sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Ada 3 Ton Sabu Dibawa Kapal Sunrise Glory

Komjen Pol Budi Waseso bersama Dr. Soekarwo saat pembangunan gedung baru BNNP Jawa Timur.

Surabaya, Laras Post - Kapal asing MV Sunrise Glory yang tertangkap di perairan Batam oleh pasukan gabungan. Rupanya tidak hanya membawa 1 ton sabu, melainkan sekitar 3 ton sabu, pada hari Rabu (07/02/18) sekitar pukul 15.30 WIB lalu.

Hal itu dikatakan orang nomor satu di Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso disela kunjungannya ke Jawa Timur.

"Di Kepulauan Riau kita tangkap sabu lebih dari 1 ton, sedangkan yang hilang itu 2 ton. Hilang kemana itu, saya perintahkan anggota saya menelusuri," tegas pria yang akrab disapa Buwas dihadapan sejumlah pejabat daerah Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (10/02).

Budi pun sedikit memberi penjelasan terkait kronologis penangkapan kapal asing yang dikomandani Mayor Laut Arrizona tersebut.

"Kita mendapat informasi jika kapal tersebut membawa 3 ton sabu, tapi kita tidak bisa mengamankan. Maka, kita minta bantuan Angkatan Laut untuk menghentikan. Karena TNI sudah komit untuk bangsa dan negara," tutur Buwas.

Kasus yang terjadi di perairan Kepulauan Riau tersebut menurutnya dilakukan oleh jaringan lama yang berasal dari Taiwan dan China.

"Mereka sudah melakukan berkali-kali dan selalu saja lepas," lanjutnya.

Sayang, Buwas tidak menjelaskan apa arti lepas seperti yang dikatakannya. Namun perwira Polri yang akan memasuki masa pensiun per tanggal 1 maret bulan depan itu sempat menyinggung pihak Kementerian Hukum dan HAM.

"Apa ada utusan Kemenkumham disini?" tanya Buwas, lalu seseorang berdiri menandakan kehadiran pihak Kemenkumham.

Ia kemudian melanjutkan pernyataannya.

"Bagus, diakhir masa jabatan saya. Saya tidak ingin mengkambing hitamkan pihak manapun, tapi perlu saya katakan bahwa di LP (Lembaga Pemasyarakatan) itu pengedaran narkoba luar biasa," ucapnya disertai tepukan hadirin.

"Para tahanan narkoba yang dihukum mati sudah 3 kali tapi tidak mati-mati," lanjutnya.

Ia meminta semua pihak serius memerangi narkoba karena presiden Jokowi sudah mengatakan perang terhadap kejahatan ini.

Akhirnya, Ia megutarakan mimpinya yang tidak terwujud selama menjadi kepala BNN.
"Target saya belum berhasil 1, mengungkap 1 jaringan yang besar yang melibatkan oknum pejabat. Selama 12 tahun beroperasi gila-gilaan, kalau ini berhasil diungkap maka surga jaminannya," pungkasnya.(Muji) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda