sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

Olah Raga

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » JPKP Soroti Kinerja DLH Kabupaten Bogor Yang Lalai Tangani Permasalahan Sampah

Ketua JPKP DPD Kabupaten Bogor Alviano, Bediri Ditumpukan Sampah
Bogor, Larast Post- Meskipun  sejumlah pihak telah melakukan imbauan, atau bahkan berujung pada proses persidangan di Pengadilan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan, tumpukan sampah liar semakin banyak ditemukan di sekitar wilayah Cibinong. Bahkan, sejumlah titik akses jalan menuju perkantoran Pemkab Bogor sampah menggunung.

Sejumlah warga pun mengeluhkan tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap yang menumpuk di beberapa titik, seperti halnya di pinggir Jalan Raya Tegar Beriman, tepatnya disamping kantor PDAM Tirta Kahuripan.

Salah seorang warga Desa Bojonggede, Agus (45) mengatakan, tumpukan sampah akan terlihat semakin banyak hingga berceceran di jalan ketika memasuki libur akhir pekan.

Sementara tumpukan sampah yang menyebabkan bau tak sedap dan banyak lalat itu, membuat warga tak nyaman dan khawatir menimbulkan penyakit, selain itu juga terlihat sangat tidak pantas dipandang mata.

Menanggapi banyaknya sampah liar disekitar wilayah Cibinong, Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kabupaten Bogor Fachri Alfiano, meminta kepada pemerintah daerah untuk serius menangani masalah tersebut.

Menurutnya, jika tidak segera ditangani dengan serius, diyakini bakal timbul persoalan baru, karena masyarakat sudah semakin resah dengan adanya sampah liar ini.

"Sebetulnya, dalam masalah sampah sudah ditetapkan tindak pidana ringan (Tipiring) dengan dibentuknya satgas sampah untuk menangkap para pelaku yang membuang sampah sembarangan. Ini merupakan langkah yang tepat, tapi persoalan tidak tuntas sampai disitu," ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut masih kurang efektif, perlu juga satgas pendamping, yang bisa mensosialisasikan tipiring tersebut. "Jangan hanya target OTT saja. Ternyata dilakukan OTT malah semakin banyak sampah liar disejumlah titik," ujarnya.

Menurut Fachri, sosialisasi tentang sampah organik dan non organik sangat diperlukan, karena sejauh ini kesadaran masyarakat untuk membuang sampah sesuai dengan tempat nya sangat rendah. Selain itu, armada pengangkut sampah yang kurang, merupakan bagian dari sumber masalah.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah yang terjadi selain di tepi jalan raya Bojonggede – Pemda, sejumlah tumpukan sampah juga terlihat di jalan raya penghubung Gaperi 1 dan 2, tepatnya di sekitar jembatan kelurahan Sukahati.

Selain itu, jalan sirojul munir kelurahan Pakansari juga terdapat beberapa titik sampah liar. Terlebih, jalan raya Jakarta-Bogor di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong.(Vid)





«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda