sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » Kasad: Proses Pengadaan Barang dan Jasa TNI AD 2018 Akuntabel dan Transparan

Kasad Jnderal TNI Mulyono saat memberikan keterangan pers terkait penandatanganan kontrak pengadaan Barang dan Jasa 2018 di Mabesad, Jakarta.

Jakarta, Larast Post - Proses Pengadaan Barang dan Jasa TNI Angkatan Darat (AD) antara satuan jajaran TNI AD bersama mitra penyedia barang dan jasa serta jasa bidang logistik Tahun Anggaran (TA) 2018 Harus Akuntabel dan Transparan.

Hal itu dikatakan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono ketika memberikan sambutan pada acara launching kontrak kerja TNI AD yang diwakili Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama mitra penyedia barang dan jasa serta jasa bidang logistik TA 2018 di Aula Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Mabesad, Jakarta, pada Selasa (7/2/18) siang.

Kasad Mulyono ketika menyalami para PPK TNI AD dan peserta pengadaan barang dan jasa usai penandatangann.

Pada kesempatan itu Kasad menyampaikan kegiatan tersebut merupakan inplementasi dari kebijakan Presiden dan Panglima TNI yang harus dilaksanakan secara transparan, akuntable dan tertib administrasi. Juga senantiasa mengevaluasi secara berkelanjutan dengan sistem yang terintegrasi.

Kasad juga menyampaikan kepada para penyedia pengadaan barang dan jasa untuk memperhatikan kualitas, spesifikasi maupun ketepatan waktu sesuai dalam kontrak yang telah disepakati dan ditandatangani bersama. Sehingga semua yang telah disetujui dalam kontrak kesepakatan dapat sesuai kualitas yang diharapkan. 

“Para PPK agar mengawasi pengadaan barang dan jasa yang diterima oleh satuan-satuan jajaran TNI AD sesuai spesifikasi yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Kasad didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaeman Irjenad dan para Asisten Kasad. Serta dihadiri 15 Panglima Kodam seluruh Indonesia dan para Komandan Satuan TNI AD. 

Kasad  menyebutkan, kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Angkatan Darat merupakan salah satu siklus dari pembinaan materiil yang mempunyai peran penting dalam menjamin kesediaan materiil maupun bekal dalam kualitas, kuantitas, waktu, kondisi dan kemampuan yang tepat dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok TNI AD.

Wakasad Mayen Tatang Sulaeman.


Kasad menerangkan, launching pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan TNI AD berpedoman pada Prepres RI No. 4 tahun 2015 tentang perubahan keempat peraturan atas Peraturan Presiden RI No. 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Dengan dilaksanakannya percepatan program kegiatan pada tahun anggaran 2018 ini, diharapkan proses pengadaan barang dan jasa dapat selesai pada semester I, sehingga program selesai tepat waktu dan tidak mengalami lintas tahun,” harapnya. Yang mana proses pengadaan barang dan jasa dilaksanakan di tingkat pusat (Mabesad) dan daerah (Kotama) maupun satuan satuan TNI AD.

Kasad menyinggung bahawa pada kontrak kerja TA 2017 telah berjalan baik, namun harus lebih baik lagi, harus dievaluasi karena terdapat kwalitas kurang baik tak sesuai harapan. Contohnya dari warna berbeda juga tahun pembuatan berbeda dari pesanan kontrak.

“Saya menekankan kepada penyedia barang dan jasa agar menepati kontrak yang telah disepakati dan ditandatangani ini, jangan sampai di tengah jalan ada pengurangan kualitas maupun spesifikasi yang pada akhirnya merugikan Angkatan Darat. Para Komandan satuan agar betul-betul mengawasi pelaksanaannya,” tegas Kasad.

Kasad juga menegaskan tak akan mentelolir dari semua bentuk kecurangan dan mark-up dan penyimpangan anggaran pada nilai kontrak. "Jika nantinya terdapat kecurangan maupun penyimpangan nilai kontrak saya akan proses lebih lanjut ke ranah hukum yang berlaku," pesan Kasad.

Adapaun PPK jajaran Angkatan Darat yang melaksanakan penandatanganan kontrak berjumlah 27 orang, mitra penyedia barang 27 orang. Satuan PPK yang menandatangani kontrak saat ini yaitu Kostrad, Kopassus, 15 Kodam, Puspenerbad, Puskesad, Pusintelad, Ditziad, Dithubad, Ditpalad, Ditbekangad, Dittopad, Dispenad dan Dissisfoad. 

Pada tahun anggaran 2018, TNI AD menerima anggaran sebesar Rp. 9.4 Triliun dengan rincian Rp. 5.5 triliun  belanja barang dan Rp. 3.9 triliun untuk belanja modal. Sementara jumlah paket yang dilaunching tahun ini sejumlah 177 paket dengan nilai anggaran 1.6 triliun.

Adapun 177 paket dengan jumlah nilai 1,6 Triliun swakelola satuan dan mitra sebagai berikut:

Kostrad 13 paket nilai 9,2 M
Kopassus 8 paket nilai 46.8 M
Kodam I/Bukit Barisan 1 paket nilai 11,3 M
Kodam II/Sriwijaya 1 nilai 36,3 miliar
Kodam III/Siliwangi 1 4,08 M
Kodam IV/Diponegoro 3 paket nilai  25,5 M
Kodam V/Brawijaya 1 paket nilai 6,8 M
Kodam VI Mulawarman 24,1 M
Kodam IX/Udayana 9 paket 53, 1 M
Kodam XII/Tanjung Pura 3 paket 27,5 M
Kodam XIII/Merdeka 5 paket 16,9 M
Kodam XIV/Hasanuddin 4 paket 58,7 M
Kodam XVI/pattimura 1 paket 5,09 M
Kodam XVII/Cendrawasih 1 paket 20,5 M
Kodam XVIII/Kasuari 4 paket 61,9 M
Kodam Iskandar Muda 1 paket nilai 6,2 M
Kodam Jaya 5 paket nilai 35,2 M
Puspenerbad 11 paket nilai 83,4 M
Puskesad 3 paket nilai 5,3 M
Pusintelad 3 paket nilai 13,1 M
Ditziad 13 paket nilai 96,2 M
Dithubad 4 paket nilai 14,5 M
Ditpalad 48 paket nilai 544,3 M
Ditbekangad 17 paket nilai 373,2 M
Dittopad 8 paket nilai 8,2 M
Dispenad 3 paket nilai 4,7 M
Dissisfoad 1 paket nilai 5,7 M
Dislitbangad 1 paket nilai 1,08 M
(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda