sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Pedagang Pasar Sukorejo Semarakkan Save Bumbung Kosong

Gerakan Save Bumbung Kosong di Pasar Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur.

Pasuruan, Larast Post - Menjelang pilkada serentak 2018, para pedagang Pasar Sukorejo dan PDS semarakkan Save Bumbung Kosong (kotak kosong) pada Kamis (15/2/18). 

Semarak Bumbung Kosong itu digelar di sekitaran Pasar Sukorejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Tak hanya Pedagang Pasar, pangkalan PDS (Persatuan Dagang Sepeda Motor) juga ikut semarak Bumbung kosong mereka berseragam kaos putih bertuliskan “Save Bumbung Kosong”.

Para pedagang mengaku siap untuk mengawal Bumbung Kosong dalam Pilbup nanti. Tekad warga ini sebagai bentuk luapan kekecewaan atas matinya DEMOKRASI.

Hanya demi uang, partai-partai harus rela mematikan suara rakyat. Sekarang ini demokrasi di Kabupaten Pasuruan dinilai sudah dimatikan oleh partai-partai itu sendiri. Yaitu dengan cara beramai-ramai mengusung satu pasangan calon ADJIB (Irsyad Yusuf – Mudjib Imron).

Nurul Chuluq mengatakan, Kami kawal Bumbung Kosong karena kami ingin berdemokrasi yang benar. Demokrasi yang menghargai suara rakyat. Bukan seperti sekarang, suara rakyat hanya dibuat sebagai alat jual beli oleh partai,” tegas Nurul Chuluq, Korlap Bumbung Kosong kawasan Pasuruan bagian barat.

Dikatakan Nurul, sangat wajar kalau selama ini orang yang dipilih oleh rakyat sebagai wakilnya di DPRD terkesan bisu. Karena kenyataannya, orang partai yang dipilih masyarakat sudah terbungkam jiwa demokrasinya.

Wakil-wakil rakyat yang duduk di kursi terhormat itu ternyata lebih mementingkan kepentingannya daripada kepentingan pendukungnya atau pemilihnya.

"Makin maraknya Save Bumbung Kosong di Sukorejo ini sesuai fakta yang dilakukan warga dan pedagang sekarang, yaitu calon tunggal, sudah jelas yang menikmati enaknya adalah wakil-wakil kita yang ada di DPRD dan partainya,” pungkas Nurul Chuluq dengan mengepalkan tangan sambil meneriakkan yel .. yel.. “Hidup Bumbung Kosong”. (dul)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda