sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Presiden Resmikan Pabrik Bahan Baku Obat Di Bekasi

Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada peresmian pabrik bahan baku obat dan produk biologi PT Kalbio Global Medika di Cikarang, Bekasi pada Selasa (27/2/18).

Bekasi, Larast Post - Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik bahan baku obat dan produk biologi milik PT Kalbio Global Medika, yang berlokasi di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (27/2/18).

Pada kesempatan itu Jokowi mengatakan, bahwa, di tengah perubahan global yang terjadi dengan begitu cepatnya, Indonesia terpilih menjadi kelompok Trillion-Dollar Club. Hanya ada 16 negara di dunia yang memiliki perekonomian dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$ 1 trilliun per tahun.

"Dan tahun lalu kita menjadi negara ke-16 dalam kelompok ini. Ini sekali lagi patut kita syukuri, artinya PDB kita ini besar, jangan lupa itu," ucap Presiden ketika memberikan sambutan pada acara tersebut.

Nilai tersebut diyakini Kepala Negara akan terus bertambah jika perekonomian Indonesia terus berada pada kisaran 5 persen per tahun. Namun, dibutuhkan kerja sama pemerintah dengan para pelaku industri dan masyarakat guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Tanah Air.



Presiden Jokowi didampingi Menkes saat meresmikan pabrik bahan baku obat dan produk biologi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (27/2/18). 
"Katakanlah pertumbuhan kita 5-6 persen per tahun berarti ekonomi Indonesia akan naik dua kali. Ekonomi kita dalam kurang lebih 14 tahun ke depan akan jadi ekonomi dengan nilai US$ 2 triliun paling lambat pada 2032," terang Presiden.

Bahkan salah satu konsultan ekonomi internasional terkemuka, PricewaterhouseCoopers (PwC), juga telah memproyeksikan dengan menggunakan metode Purchasing Power Parity (PPP) bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi ke-5 terbesar dunia pada tahun 2032 mendatang.

Presiden menegaskan, dengan kondisi perekonomian yang cukup mapan dan diakui dunia, apalagi Indonesia saat ini sudah masuk ke dalam kelompok negara G-20, Kepala Negara pun menginstruksikan para duta besar dan menteri untuk tidak lagi meminta bantuan dari negara lain.

"Kita sudah saatnya membantu negara lain, negara-negara kecil di bawah kita, sudah saatnya," ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito serta para undangan.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda