sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

Olah Raga

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Saling Lempar Tanggung Jawab, Pungli SDN Kalirejo Bangil UPT Tutup Mata



Pasuruan, Laras Post - Pungutan Liar (pungli) yang dilakukan oknum Paguyuban SDN Kalirejo Bangil semakin lama semakin marak dan mokong yang mengatasnamakan Sekolah.

Pasalnya Pungutan liar (pungli) tersebut tidak bisa dibubarkan karena pihak sekolah bahkan Kepala Sekolah membiarkan merajalela upeti Paguyuban dari uang siswa tersebut.

UPT Pendidikan Bangil H. Sobih saat dikonfirmasi Lras Post via telepon selluler tak berani berkomentar terkait oknum paguyuban adakan Pungli itu, bahkan Sobih terkesan melempar tanggung jawab dan seolah olah tak mau tahu.

Nampak sejumlah siswa SDN Kalirejo I Bangil.

"Soal pungutan liar itu saya tidak tahu mas, sampean ke kepala sekolahnya saja," ucap Sobih kepada Laras Post.

Ketika Laras Post ke lokasi sekolah untuk konfirmasi pihak Kepala Sekolah pada Senin (19/2/18), tidak pernah ketemu dan tidak berada di tempat. Hingga akhirnya pun berita ini ditayangkan. 

Yang anehnya, menurut pengakuan salah saru Wali Murid, Guru kelas ikut serta menagih iuran uang paguyuban tersebut. Tak hanya itu sang guru pun tak segan segan mengancam siswa. Salah satu ancamannya jika tak membayar iuran paguyuban siswa tersebut tak akan diajak rekreasi (Study Tour). Padahal tidak pernah ada kesepakatan untuk acara Rekreasi tersebut, itu hanya dijadikan alasan belaka.

Salah seorang guru yang kedapatan sering mengancam siswa itu, bernama Rining sebagai guru kelas 3 Pangeran Antasari bahkan berani mengancam siswa yang masih duduk di kelas 3 SDN Kalirejo Bangil terkait yang tidak membayar iuran Paguyuban.

Apakah guru seperti ini patut diberi contoh untuk siswa SDN yang lain, Wali Murid merasa takut karena anaknya takut diancam tidak dinaikkan dan tidak di ajak Rekreasi. Akhirnya siswa tersebut merasa takut dan tak mau sekolah karena di takut - takuti oknum guru tersebut.

Dalam hal ini, Wasekjen NCW Djoko Ruwahono menghimbau kepada Kepala Dinas Pendidikan, agar memberhentikan pungutan liar (pungli) di SDN Kalirejo Bangil maupun di sekolah manapun a  Kabupaten Pasuruan. "Budaya pungli ini harus dihentikan dan piha terkait harus segera bertindak, kalau tidak akan terus merajalela," tegas Wasekjen di Jakarta. Bersambung (dul)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda