sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » SDN Kalirejo Lakukan 'Pungli', Wali Murid Menjerit

Dua siswa SDN Kalirejo, Bangil, Pasuruan.

Pasuruan, Laras Post - Semakin maraknya Pungutan Liar (Pungli) di sekolah SDN Kalirejo Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang sudah mengakar dan memperkaya diri akhirnya pun dilakukan. 

Berlindung di bawah Paguyuban wali murid (Komite sekolah), pungli tersebut perbulan ditarif kartu iuran yang diberikan wali murid maupun siswa, sebesar Rp.15 ribu dari kelas 1 sampai 6.

Wali Murid SDN Kalirejo Bangil Khumrotin saat ditemui Laras Post menyebutkan, pada Sabtu (10/2/2018), iuran sekolahan kok terus menerus setiap bulan kemarin sudah bayar sekarang ditarik lagi. "Anehnya saya ditagih kerumah kayak punya utang sama orang. Katanya sekolah gratis dan ada dana BOS tapi mana nyatanya ditarik iuran perbulan," ungkap Khumrotin dengan nada kesal.

Khumrotin mengatakan, sumbangan untuk sekolahan sewajarnya tidak apa - apa. "Tetapi, kalau setiap bulan saya gak mau bayar apalagi anak saya tiga semuanya sekolah di SDN Kalirejo Bangil. Kalau iurannya Rp.15 ribu saya harus membayar Rp.45 ribu perbulan," keluhnya.

Wali murid juga mnegeluhkan, iuran paguyuban di sekolah tidak jelas peruntukannya. "Setiap kali kita rapat wali murid di sekolah tidak pernah menyebutkan dana iuran yang diperoleh dari hasil tarikan," ungkapnya.

Jadi dibuat apa dana tersebut pihak sekolah tidak menyebutkan dan tidak mau terbuka.

Kepala Sekolah Mukhlison saat ditemui tidak ada di Kantornya hingga berita ini ditulis dan dipublikasikan. Terkait Pungli tersebut belum dapat dikonfirmasi sampai menunggu berita selanjutnya.

Sebelumnya telah diberitakan dengan kasus serupa, namun tidak ada respon, hingga pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan pun yang sudah tahu tentang pungli ini malah tak bergeming tidak ada tindak lanjutnya.

"Kok sampai hari ini masih ada tarikan tetap oknum Paguyuban atau memang sengaja dibiarkan, padahal sudah jelas apapun bentuk Pungutan Liar (Pungli) tersebut dilarang oleh pemerintah," ucap salah satu tokoh masyarakat. Bersambung.(dul) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda