sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Tingkatkan PAD DPRD Gresik Menggelar Bimbingan Teknis


Gresik, Larast Post - Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten  Gresik mengambil langkah yang tepat dengan tujuan menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) mengundang dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meminta kebijakan baru.

Bintek diselenggarakan di Solo Jawa Tengah dengan menggandeng dua perguruan tinggi sekaligus, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Sebab turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) berdampak pada devisit.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten  Gresik, Moh Syafi’ AM, Bintek yang pertama dilakukan di awal tahun ini, mengenai materi pihak dewan yang memilih dan disesuaikan dengan kondisi daerah, kali ini bertepatan dengan beberapa PAD yang hilang. Hingga berdampak serius pada Pemkab Gresik, sehingga dibutuhkan terobosan baru.

Hilangnya PAD pendapatan asli daerah menjadi perhatian serius di kalangan DPRD Kabupaten  Gresik. Sebab dengan hilangnya sumber pendapatan itu mengancam APBD Gresik.

Bintek digelar bertujuan untuk mengoptimalkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten  Gresik. Sebab kini ada sejumlah sumber PAD pendapatan asli daerah kini yang kewenangannya diambil alih provinsi, setidaknya bisa kembali lagi ke daerah.

”Kami perlu mensikapi secara serius, sebab PAD merupakan modal jalannya pemerintahan untuk membangun daerah. Dari narasumber yang dihadirkan Kemendagri dan Universitas, yang ada solusi sehingga PAD Kabupaten Gresik bisa tetap di dapat,” ujarnya.

Beberapa pendapatan yang dipastikan hilang diantaranya, pengelolaan Terminal Bunder, izin HO, izin tambang galian C serta sejumlah sektor pendapatan lainnya. Padahal, selama ini pendapatan dari sektor-sektor itu memberikan sumbangsih yang cukup besar untuk PAD Kabupaten Gresik.

Maka dewan minta solusi kepada Kemendagri agar ada kebijakan. Setidaknya, daerah tetap bisa mendapatkan pendapatan meskipun kewenangannya diambil alih provinsi. Sebab, kegiatan sumber daya itu ada di Kabupaten Gresik.

“Untuk teknisnya, bisa mungkin dari retrubusi angkutan yang melintas atau seperti apa. Ini yang akan kami diskusikan dan akan kami dalami dan beberapa usulan potensi PAD semoga diperbolehkan. Sebab kalau ini bisa ditindaklanjuti, setidaknya bisa mengganti dari PAD yang hilang,” tegasnya.

Ditambahkan Moh Syafi beberapa usulan bisa mendapat kepastian. Kalau perlu dibuatkan aturan, nantinya bisa melalui Peraturan Daerah (Perda). Tapi sebelumnya konsultasi dengan Kemendagri dulu, sehingga ada dasar hukumnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Gresik Ir.H. Abdul Hamid menjelaskan, dengan adanya beberapa aset yang hilang. “Anggota DPRD Kabupaten Gresik benar-benar memperjuangkan agar nantinya aset tersebut bisa kembali,” tegasnya, pada saat jumpa pers di gedung DPRD Kabupaten Gresik.

Dengan adanya Bintek ini diharapkan bisa mendapatkan gambaran beberapa potensi PAD yang bisa didapatkan kembali. Setelah beberapa PAD hilang, sehingga Pemkab tidak kebingunan terkait anggaran untuk pembangunan daerah (ADV/Ahmad Mubin)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda