sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Camel Petir: Partisipasi Perempuan Pada Pertanian Harus Dikembangkan

Camel Petir photo bersama anggota Perempuan Tani HKTI.

Jakarta, Larast Post - Partisipasi perempuan di sektor pertanian dan peternakan perlu dikembangkan dengan baik. Karena peran kaum Perempuan dalam sektor pertanian dan peternakan sangatlah menentukan. 

Ketua Bidang Perempuan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Camelia Panduwinata Lubis mengatakan, secara statistik kebanyakan petani adalah laki-laki, tetapi dalam persoalan yang berada di luar lahan pertanian dinilai banyak wanita tani yang bisa berperan.

"Peran wanita tani bisa menjadi sangat sentral. Karena di situlah akan ada nilai lebih yang bisa dihasilkan oleh para petani," ucap politisi Golkar ini kepada wartawan di Jakarta, pada Rabu (1/3/2018)

Menurut Camel, semakin hari semakin sedikit orang yang mau menjadi petani. untuk itu, kedepan akan menjadi satu tantangan yang sangat berbahaya dalam persoalan ketahanan pangan atau kedaulatan pangan.

Camel Petir
Sebagaimana diwartakan, pelaksanaan program reforma agraria, bila dilakukan dengan sungguh-sungguh dinilai bakal dapat menjadi solusi bagi ketimpangan perekonomian yang kerap dialami kaum petani di berbagai daerah.

"Reforma agraria dan perhutanan sosial diharapkan bisa menjawab persoalan ketimpangan ekonomi petani Indonesia," ungkapnya.

Untuk itu, Camel berharap, pemerintah harus benar-benar fokus dalam rangka mewujudkan pemerataan tanah melalui reforma agraria atau menata ulang sumber agraria itu.

Menurutnya, ada dua hal yang harus diperhatikan pemerintah yaitu tanah objek reforma agraria dan perhutanan sosial.

Pihaknya menginginkan agar petani memiliki lahan minimal dua hektare sehingga dapat produktif dan bermanfaat dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Karena itu, Camel, menegaskan agar penerimaan tanah dapat berjalan dengan tepat kepada rakyat tanpa adanya campur tangan pihak terkait.

Kemudian, perlu ada regulasi yang mengikat seperti untuk memanfaatkan lahan menganggur yang cukup besar, sekitar 23 juta hektare.

Dia juga mengutarakan harapannya agar masyarakat desa bisa memanfaatkan lahan di daerahnya secara maksimal agar dapat menjadi produktif sekaligus meningkatkan tingkat kesejahteraan petani yang ada di desa tersebut. (sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda