sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Bisnis

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

» » Dana Kompensasi Pertagas "Lenyap" Warga Curah Dukuh Persoalkan

Jalan yang rusak belum teralisasi .

Pasuruan, Laras Post - Dana kompensasi dari Pertagas (PGN) Perusahaan Gas Nasional senilai Rp.275.863.000, warga Curah Dukuh Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dipertanyakan.

Pasalnya, uang kompensasi tersebut bulan September 2017 lalu tidak ada perwujudan fisik maupun bangunan.

Dana kompensasi tersebut seharusnya untuk perbaikan jalan, pavingisasi dan lampu penerangan jalan, namun hingga saat ini nihil.

Warga menyoal terkait uang kompensasi itu di Desa ternyata saling lempar tanggung jawab tidak ada jawaban yang pasti.

Padahal dana itu untuk pembangunan desa agar jalan desa itu baik, tetapi pada kenyataannya malah jalan itu bertambah parah dan tidak bisa dilewati.

Namun dana kompensasi yang sudah jelas dibawa Wahyu Firmansyah (orang kepercayaan Kades) senilai Rp.77 juta itu seyogyanya dipergunakan untuk pembangunan jalan itu malah tak jelas uangnya kemana. 

Ketika warga mempertanyakan hal tersebut kepada Wahyu Firmansyah katanya sudah disumbangkan ke Mushollah dan Masjid. Untuk Mushollah Rp.300 ribu dan Masjid Rp. 1 juta rupiah dan kemanakah sisa uang kompensasi tersebut.

Kades Curah Dukuh Salam saat dikonfirmasi Laras Post, Minggu (18/3), siang tidak ada di tempat, alias keluar keluar kantor. Ataupun memang disengaja tidak mau dikonfirmasi terkait hal ini. Sehingga berita ini ditayangkan Laras Post karena masih belum ada jawaban.

Menurut salah seorang warga Sana'i saat dikonfirmasi menyebutkan, uang kompensasi itu senilai Rp.77 juta dibawa Wahyu. "Bukan kepala desa mas yang membawa uang tersebut jadi kepala desa tidak tahu," ungkap Sana'i kepada Laras Post.

Sementara itu, Tanah Kas Desa (TKD) yang dikontrakkan selama 20 tahun untuk pertagas seharga Rp.200 ribu per meter. Tanah kas desa milik 6 orang perangkat desa yang dikontrakkan oleh pertagas seluas 186 m Rp. 91,646.000 , tanah kas desa seluas 16,5 m Rp.7.837.500 , tanah kas desa seluas 24,5 m Rp.11.652.500 , tanah kas desa seluas 40,5 m Rp.19.237.000.

Tak hanya itu, tanah kas desa seluas 8,6 m Rp.41.850.000 , tanah kas desa seluas 269,1 m Rp.103.640.000 , jadi jumlah keselurahan tanah perangkat desa Curah Dukuh Rp.275.863.000. Tanah yang dikontrak tersebut semuanya ditanam pipa Gas oleh Pertagas.

Tetapi malah uang bantuan dari Pertagas sendiri yang sudah di bawa Wahyu Firmansyah tak jelas. Anehnya Kepala Desa setempat Salam tidak mengetahui dana senilai Rp.77 juta itu. Dalam hal ini kepala desa terkesan tidak bertanggung jawab, apakah dana tersebut "ditelan siluman"?.(dul)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda