sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Delegasi TNI dan ADF Melaksanakan IPC Nusa Bhakti Ausindo



Jakarta, Laras Post -  Delegasi Tentara Nasional Indonesia dipimpin Paban VII/Latma Sops TNI Kolonel Inf A. Budi Handoyo dan delegasi Australian Defence Forces (ADF) dipimpin Group Captain Steve Cook melaksanakan pertemuan perencanaan awal atau Initial Planning Conference (IPC) Nusa Bhakti Australia Indonesia (Ausindo) di Hotel Fairmont, Jakarta, (29/03).

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari dari 26-28 Maret 2018 melibatkan delegasi TNI dan ADF membahas tentang materi latihan rencana kegiatan bantuan kemanusiaan atau Humanitarian Assistance/Disaster Relief (HA/DR).

Dalam rencana latihan bersama dilaksanakan dengan skenario terjadi bencana alam gempa bumi yang diikuti letusan gunung berapi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Skenario ini dikembangkan berdasarkan letak geografis Indonesia yang berada di dalam Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) yaitu daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.


Metode latihan yang akan dilaksanakan pada Command Post Exercise (CPX) atau Latihan Pos Komando bertujuan untuk melatih kesiapan personel kedua Angkatan Bersenjata dalam melaksanakan kegiatan bersama penanggulangan bencana alam berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) pemberian bantuan lintas negara yang efektif dan efisien.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bersama oleh kedua delegasi menggunakan referensi latihan “East Asia Summit rapid disaster response toolkit”. Sedangkan dalam rangka tanggap darurat bencana dilaksanakan dengan mekanisme Proses Pengambilan Keputusan Militer atau Military Decission Making Process-Multinational (MDMP-M).

Latma Nusa Bhakti Ausindo direncanakan pada kuartal IV tahun 2018 di Indonesia melibatkan kurang lebih 60 personel TNI dan sejumlah personel ADF. Selain itu akan melibatkan instansi terkait diantaranya Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA), Pusat Bantuan Kemanusiaan atau Humanitarian Assistance Center ASEAN (AHA Center), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia atau Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). (her,sg/Puspen TNI)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda