sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Dugaan Pembunuhan, Ibu M Albar Mahendra Lapor Polda Jatim

Rita Muztahida (ibu korban) didampingi Relawan Garda Yudha Nusantara di SPKT Polda Jatim.
Surabaya, Larast Post - Tiga bulan berlalu, kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya M Albar Mahendra Siswa SMP Negeri 3 Porong masih menyisahkan misteri.

Kejadian berawal saat korban berpamitan kepada orang tua untuk keluar rumah naik motor dengan alasan hendak membeli gorengan, Saat itu selasa (12/12/2017), diperkirakan sekitar pukul 15.40 sore hari.

Sekitar pukul 16.30 sore hari, orang tua korban mendapat informasi dari warga jika korban ditemukan tergeletak dalam kondisi luka parah di jalan Dusun Kedinding, Desa Ngampel Sari, Kecamatan Candi, kabupaten Sidoarjo. Korban ditemukan dalam keadaan luka parah selanjutnya di bawa ke RSUD Sidoarjo.

Berdasarkan keterangan Dokter dan perawat yang menangani saat itu, menyatakan luka - luka yang ada di kepala dan tubuh korban diduga kuat merupakan akibat penganiayaan dan bukan merupakan akibat kecelakaan.

Karena Meninggalnya M Albar Mahendra diduga kuat akibat penganiayaan dan saat kejadian terdapat banyak kejanggalan dan tidak dilakukan olah TKP serta penanganan, baik dari pihak RSUD Sidoarjo, Polsek Candi maupun Polres Sidoarjo.

Sehingga ibu korban Rita Muztahida (45), didampingi Relawan Garda Yudha Nusantara, kemudian mendatangi SPKT Polda Jawa Timur membuat Laporan Polisi nomor LPB/275/III/2018/UM/JATIM.

"Saya melaporkan kasus anak saya laki-laki yang pertama, diduga penganiayaan yang mengakibatkan dia meninggal dunia. Saya meragukan kematiannya yang tidak wajar," tutur Rita Muztahida usai membuat laporan, pada Jumat (2/3/2018).

Ketidak wajaran kematian anaknya diketahui dari motor yang dipakai saat kejadian masih utuh dan tidak menunjukkan ciri-ciri kecelakaan.

Serta luka menganga yang terdapat di kepala korban serta telapak tangan juga diduga kuat bekas bacokan," terangnya. 

"Saksi penemu pertama juga mendukung keterangan ini, bahwa ada luka yang ada di kepala luka senjata tajam. Tidak ada luka lecet sedikit pun seperti habis kecelakaan," 

Bukti lain yang disampaikan kepada petugas SPKT adalah keterangan hasil pemeriksaan dokter RSUD Sidoarjo, tempat M Albar Mahendra menjalani visum.(Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda