sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Investigasi Berlanjut, Dua Musibah Pelajaran Berharga TNI AD

Kadispenad Brigjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh (tengah) bersama Aspam Kasad, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad (kiri)  dan Danpuspom Mayjen TNI (CPM), Rudi Yulianto (kanan) ketika menggelar jumpa pers di Gedung Media Center Kartika Chandra Kirana Dispenad, Rabu (21/03).

Jakarta, Larast Post - Terkait dua musibah kecelakaan alutsista di lingkungan TNI Angkatan Darat dalam satu minggu berturut turut, jajaran TNI AD melalui Dinas Penerangan Angkatan Darat (AD) secara resmi mulai angkat bicara. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny D. Tuejeh bersama Aspam Kasad, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dan Danpuspom Mayjen TNI (CPM), Rudi Yulianto menggelar jumpa pers terkait dua musibah tersebut, di Gedung Media Center Kartika Chandra Kirana Dispenad, Rabu (21/03) siang.

Kadispenad mengatakan terkait dua peristiwa tersebut telah dilakukan investigasi dan pendalaman pada dua kasus tersebut. Hal itu dilakukan agar publik mengetahui apa yang terjadi sebenarnya sehingga publik tidak lagi bertanya tanya dan tidak ada lagi kesan ditutup tutupi. 

"Kita ingin semuanya terbuka, seperti kasus tergelincirnya Tank M113A1 di Sungai Bogowonto pada Sabtu (10/3), yang melibatkan sipil, bahkan siswa Paud. Peristiwa tersebut terjadi saat acara pengenalan alutsista kepada masyarakat. Tujuannya bagus namun hal itu  tidak dibenarkan karena menyalahi prosedur dan SOP, tanpa ada laporan ke atas sebelumnya," terang Kadispenad. 

Peristiwa yang kedua, Kadispenad mengatakan, Kapal cepat KMC AD-16-05 milik Batalyon Air 4 TNI AD yang tenggelam di laut Kepulauan Seribu akibat masuknya air ke dek mesin yang tak dapat dikendalikan karena cuaca ekstrim _ombak sedang tinggi_ pada Senin (12/3).

Kapal tersebut mengangkut personil dan perlengkapan untuk rencana kegiatan Bhakti Sosial di Pulau Pramuka. Disebutkan, pada hari Senin tgl 12 Maret 2018 Pkl 06.45 WIB telah berangkat personel pengamanan ke pulau Seribu (pulau pramuka) dari Dermaga Batalyon Air 4 Jln. RE Martadinata No.2 B Tanjung Priok Jakarta Utara, Pimpinan Letkol Cab Yurnalis Caniago.

Jumlah personil sebanyak 115 orang yang menggunakan 2 kapal yaitu Kapal cepat komando (KMC)  AD-04-15 dan Kapal cepat komando (KMC) AD-16-05.

Dalam perjalanan Kapal KMC AD- 16-05 mengalami mogok. Air mulai masuk dan akibatnya kapal tenggelam, pada pukul 11. 10 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut ( KMC AD-04-05 ), karena semua personel berhasil dievakuasi ke KMC AD-04-15  dekat Pulau Pari Kepulauan Seribu. 

Aspam Kasad, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad ketika memberikan keterangan pers kedua peristiwa tersebut menjadi buat pelajaran bagi jajaran TNI Angkatan Darat agar alutsista yang melibatkan sipil harus dengan SOP dan prosedur yang telah ditetapkan.

Adapun, Aspam Kasad menjelaskan, alustsista yang dipergunakan dalam kedua peristiwa itu baik Tank M113A1 dan kapal cepat KMC AD-16-05 kondisinya laik dan siap tempur, hal itu sesuai laporan tim investigasi yang menangani dua kasus tersebut.

Sedangkan, Aspam Kasad membantah bila kapal cepat KMC AD-16-05 itu kelebihan beban penumpang. "Kapal cepat KMC AD-16-05 tenggelam diakibatkan air yang disedot untuk mendinginkan mesin masuk ke dek mesin _bukan karena kelebihan beban penumpang (over load)_. Namun karena cuaca saat itu ekstrem sehingga air masuk tidak dapat dikendalikan sehingga nahkoda kapal berinisiatif untuk mematikan mesin namun perlahan lahan kapal pun tenggelam karena kelebihan beban air masuk terlalu banyak.

Sedangkan kasus tergelincirnya Tank M113A1 di Sungai Bogowonto diakibatkan salah satu roda tank menginjak dasar air yang dangkal karena terlalu ke pinggir, sedangkan sebagian roda mengapung di atas air yang kedalamannya mencapai 100m, sehingga mengakibatkan badan tank mengalami kemiringan kemudian terbalik. Penumpang diatasnya pun berjatuhan.
        
Pada mulanya pukul 08.00 WIB, (Sabtu (10/3), PAUD dan TK Sindurjan Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, melaksanakan Outbound di Yonif 412/BES diambil oleh anggota 412 dengan kegiatan kumpul di lapangan Yonif 412 dan melaksanakan naik simulasihelly bersama siswa-siswi TK Masitoh, TK Siwi, PAUD Lestari dan PAUD Handayani.

Setelah itu di ajak ke garasi Tank dikenalkan tank.Selanjutnya diajak naik tank ke Sungai Bogowonto dengan menggunakan tiga tank (1 tank dinaiki sekitar 20 penumpang siswa TK dan PAUD).Pada kloter pertama tiga tank berjalan mulus. Namun saat kloter kedua, satu tank kena musibah, tergelincir dan tenggelam sedangkan 2 tank lainnya selamat.

Tank tengelam sekitar pukul 10.15 WIB dengan jumlah 5 personel TNI, 17 penumpang (16 anak dan 1 guru), sedangkan dua korban meninggal dunia yakni Pratu Randi Suryadi dan Kepala PAUD bernama Iswandari.

Danpuspom Mayjen TNI (CPM), Rudi Yulianto mengatakan, TNI AD sepenuhnya bertanggung jawab dan akan mengadakan investasigasi lanjutan. Pihaknya juga telah melakukan investigasi dan penyidikan terhadap dua kasus tersebut. "Saat ini sedang dilakukan pendalaman, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, jika memang terbukti melanggar kami akan melakukan penindakan terhadap anggota yang melakukan pelanggaran tersebut," ucap Danpuspom. 

Penindakan bisa berupa pasal pelanggaran hukum. "Misalnya Pasal 271 KUHPM. Sanksinya tergantung proses penyidikan dan tentunya hukum tak memandang siapapun," terang Danpuspom di hadapan para wartawan.

Lebih lanjut Kadispenad berharap, agar dua peristiwa ini jajaran TNI AD dapat mengambil pelajaran, bahwa TNI AD tak boleh main main dalam hal alutsista tempur apalagi melibatkan masyarakat sipil. "Untuk mengenalkan dan melihat lihat alutsista ke masyarakat umum, bahkan kepada pelajar itu bagus, namun untuk menaiki kendaraan ada prosedur dan SOPnya. Ini pelajaran  berharga bagi kita semua, agar TNI AD selalu evaluasi dan berbenah," pungkas Kadispenad.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda