sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Olah Raga

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

E-Papper

» » Jatanras Polda Jatim Ungkap Pembunuhan, Bermotif Penggandaan Uang

Empat tersangka pembunuh bermotif penggandaan uang.

Surabaya, Larast Post - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur melalui Sub Direktorat (Subdit) III Jatanras mengungkap kasus pembunuhan dengan motif penggandaan uang yang terjadi Rabu (24/1/2018) di Pamekasan. 

"Korban pembunuhan Sahab (S) warga Sumenep, diduga dibunuh NH (52) perempuan warga Jember (Otak Pembunuhan) yang meminta bantuan tiga pelaku yang kesemuanya laki-laki untuk menghabisi korban (Eksekutor)," tutur Kasubdit Jatanras Direskrimum Polda Jatim AKBP Bobby Tambunan, Rabu (14/3/2018).

Bobby menjelaskan, pembunuhan berencana ini bermula dari tersangka NH yang memiliki perjanjian kerja sama dengan korban untuk menggandakan uang.

"NH menjanjikan bisa melipatgandakan uang. Korban tertarik menginvestasikan Rp200 juta untuk dijanjikan Rp2 miliar. Setelah beberapa waktu, korban menagih janji ke tersangka, namun tersangka tidak mampu memenuhi dan mencari eksekutor untuk menghabisi nyawa korban," ungkapnya.

Setelah terdesak dan tidak bisa memenuhi janjinya kepada korban. Tersangka NH mencari eksekutor. Pada awalnya, NH berniat untuk menyantet korban, namun berubah dan punya niat untuk menghabisinya.

"Satu minggu sebelumnya, salah satu tersangka membawa eksekutor ke Pamekasan, diperkenalkan sebagai guru spiritual. Tujuannya hanya untuk mengenalkan wajah korban ke eksekutor supaya tidak salah sasaran," tuturnya.

Pembunuhan berencana ini sendiri terjadi di pemakaman umum daerah Dusun Kaljen, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.

Keempat tersangka tertangkap 12 Maret yang lalu. Mereka tertangkap setelah mereka menerima barang kejahatan. Petugas akhirnya melacak dan ketemu.

Selain menjadi eksekutor, tersangka A merupakan residivis pelaku perampokan. Dia sudah pernah divonis tiga kali terkait masalah kejahatan kekerasan.

Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti yakni sebuah besi dengan panjang 25 cm berbentuk L, sepeda motor matic warna putih kemudian sebuah hanphone warna putih.

Dalam kasus ini para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama 20 tahun atau seumur hidup.(muji

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda