sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » Kasau Terima Kunjungan Indonesian Aviation dan Aerospace Watch

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., ketika menerima kunjungan tim Indonesian Aviation dan Aerospace Watch (IAAW) yang dipimpin Captain Sunaryo di Mabesau Cilangkap, Rabu (7/3).

Jakarta, Laras Post -  Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., menerima kunjungan tim Indonesian Aviation dan Aerospace Watch (IAAW) yang dipimpin Captain Sunaryo di Mabesau Cilangkap, Rabu (7/3).

Ketua IAAW Sunaryo menyampaikan, selain silaturahmi memperkenalkan organisasi IAAW, kedatangannya juga untuk memohon dukungan TNI AU terkait tugas-tugas IAAW.

Menurutnya, IAAW merupakan organisasi baru untuk mengawal  bidang  aviation dan aerospace, termasuk tugas-tugas TNI AU yang diberikan pemerintah dalam mengawasi ruang udara nasional.

Sejak berdiri tahun 2014,  ada beberapa hal yang masih mengganjal yang terkait penindakan kedaulatan udara dan masalah FIR Singapura.

Saat ini ada upaya pemerintah untuk pengambilalihan FIR yang dikelola Singapura, yang meliputi sektor A, B dan C.


Ikut hadir staf IAAW lainnya yaitu  Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro, Marsda TNI (Purn) Koesnadi Kardi, Marsma TNI (Purn) Yuwono Kalbiyun, Marsma TNI (Purn) Syeifullah, Marsma TNI (Purn) Mahadi, Mayjen TNI (Purn) AA. Nasution, Captain Roroh, dan Ibu Nancy.

Sedangkan Kasau didampingi Aspam Kasau Marsda TNI Dwi Fajariyanto, Asops Kasau Marsda TNI Barhim, Aspers Kasau Marsda TNI Anastasius Sumadi dan Kadispenau Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M.Tr (Han).

Kasau menyambut baik dan mengapresiasi upaya IAAW dalam memberikan masukan terutama masalah FIR yang masih di kelola Singapura yang sangat berdampak pada pelaksanaan tugas TNI AU akibat FIR dikendalikan Singapura. Oleh karena itu presiden memerintahkan bahwa FIR harus diambil alih dan selesai pada 2019.

Dikatakan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman telah membuat road map yang lebih jelas walaupun sampai saat ini masih belum selesai yang dibuat tentang pengambilalihan FIR hingga tahun 2019, karena sesuai dengan perintah Presiden pada tahun 2019 harus sudah selesai pengambilan masalah FIR(her,sg/Dispenau)





«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda