sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Bisnis

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

» » Kasie Pidum Kejari Cibinong, Kasus Pemerkosaan Anak di Awasi Oleh Kejati Jabar


Kasie Pidum  Hadi S Dan Kasie Intel Regi Komara Dan Juga JPU Kejari Cibinong Saat Menerima Kunjungan Wawancara Wartawan  Diruang Kerjanya

Bogor, Larast Post - Kasus pemerkosaan dibawah umur yang dilakukan oleh terdakwa AS serta 4 Rekan nya yang dipimpin oleh Hakim Ketua Majelis Hakim Rio Destrado dengan Anggota Majelis Hakim Nusi dan RA.Rizkiyati, sudah kedua kali nya dipersidangkan di Pengadilan Negeri Cibinong kelas 1A. Rabu, (13/03)

Berdasarkan informasi yang didapat  korban dipaksa berhubungan intim secara bergilir dan menenggak minuman keras pada hari Minggu 17 Desember 2017 di kampung Tulang Kuning, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Korban berinisial MS (15) mengalami pendarahan dan sempat dirawat selama dua minggu di RS Citra Insani. Pelaku AS, yang merupakan pacarnya saat itu, menyuruh empat rekan-rekannya untuk bergilir melakukan persetubuhan tersebut terhadap MS.

Ditempat terpisah ketika dikonfirmasi Kepala Seksie Pidana Umum Hadi Suprayitno yang didampingi Kasie Intel dan JPU (Jaksa Penuntut Umum)Yang menangani Perkara mengatakan bahwa perkara pemerkosaan itu sepenuhnya di awasi oleh Kejati Jawa Barat,jadi kami (Kejaksaan) Profesional sekali dalam menuntut  perkara ini.”Katanya

Lebih lanjut kepala seksi Pidana Umum yang sudah menjabat 1 tahun ini menuturkaan kami ada SOP (Standar Operasional Prosedur) nya untuk perkara dibawah umur harus berkonsultasi dahulu kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Adapun pasal yang dipakai memakai pasal UU Perlindungan anak Pasal 81 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.”

Disinggung dugaan ada nya isu suap yang mengalir kepada oknum jaksa,Kasie Pidum menegaskan Demi Allah itu tidak ada bos.”tegasnya

Di tempat terpisah, Asep selaku orang tua dari korban mengatakan bahwa dirinya melihat “kejanggalan”.

“Sidang ini saya lihat ada kejanggalan, pada saat mengikuti persidangan di ruangan, saya sendiri, saksi dan kuasa hukum disuruh keluar dari ruangan untuk tidak mendampingi.”

“Saya meminta keadilan bagi anak saya dan pelaku di hukum dengan seberat-beratnya,” ucap Asep.

Sementara Bambang selaku Humas PN Cibinong menjelaskan bahwa sidang perkara asusila ini tertutup untuk umum. “Perkara ini adalah asusila anak di bawah umur. Nah ketika para saksi ingin melihat dan menyaksikan nanti di saat sidang putusan, semua dari keterangan saksi semua akan dibacakan dari perkara tersebut,” Pungkasnya. (Vid)

Foto:

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda