sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Olah Raga

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

E-Papper

» » Kementerian ATR/BPN Tingkatkan Penerbitan Sertipikat


Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat Bekasi

Bekasi, Larast Post – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), saat ini sedang giat melaksanakan sertipikasi tanah, melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil mengatakan, pihaknya terus meningkatkan jumlah penerbitan sertipikat tanah melalui PTSL dan pelayanan regular.

Jika tahun lalu, Kementerian ATR/BPN berhasil menerbitkan 5 juta sertipikat tanah, pada tahun ini, Kementerian ATR/BPN diberikan target agar menerbitkan 7 juta sertipikat tanah. “Untuk tahun depan akan diterbitkan 9 juta sertipikat tanah. Presiden memiliki target agar tahun 2023 seluruh tanah di Indonesia telah bersertipikat," ujar Sofyan saat menyerahkan sebanyak 500 sertipikat tanah kepada masyarakat, padaKamis (1/3/2108), di Kantor Pertanahan Kota Bekasi.

Penyerahan sertipikat kali ini dihadiri oleh 325 orang masyarakat yang berasal dari Kelurahan Cikiwul dan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Sofyan mengungkapkan, dalam berbagai kesempatan Presiden sering menerima laporan mengenai tanah sengketa. "Dengan memiliki sertipikat tanah, dapat menghindari sengketa pertanahan," tegasnya.

Menurutnya, selain memiliki nilai hukum, sertipikat tanah juga memiliki nilai ekonomi. Saat ini, masyarakat penerima sertipikat tanah ada yang mengagunkan sertipikat miliknya tersebut ke bank. Sofyan berpesan agar melakukan perhitungan dengan hati-hati usai memperoleh uang dari mengagunkan sertipikat.

"Bapak Ibu bisa menggunakan uang tersebut sebagai modal usaha. Jangan digunakan untuk membeli kendaraan bermotor karena jika tidak sanggup melunasi kendaraan akan ditarik oleh dealer dan sertipikat kita akan ditahan oleh bank," kata Sofyan.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Muhammad Irdan menyampaikan, tanah di Kota Bekasi tinggal 25 persen yang belum bersertipikat atau sekitar 175.000 bidang.

Irdan mengatakan, pada tahun 2017, Kota Bekasi mendapat alokasi untuk PTSL sebanyak 3.500 bidang. "Tahun 2017 hanya satu kecamatan yang menjadi objek PTSL yaitu Bantar Gebang dengan dua kelurahan yaitu Citiwul dan Sumur Batu dan tahun 2018

Kota Bekasi mendapat alokasi PTSL sebanyak 40.000 bidang dengan sebaran di lima Kecamatan yaitu Rawa Lumbu, Mustika Jaya, Bantar Gebang, Bekasi Barat dan Bekasi Selatan," tuturnya. (her)


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda