sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Bisnis

Hukrim

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Regional

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

» » Presiden Jokowi: Perubahan Situasi Global, Dunia Perbankan Harus Berani Ambil Risiko

"Dalam Rangka Untuk Stabilitas Ekonomi Di Negara Kesatuan Rebublik Indonesia Dewasa Ini, Persaingan Global Yang Kian Berkembang Dunia Perbankan Konsekwensinya Harus Berani Ambil Segala Risiko Yang Akan Terjadi, Apabila Tidak Tentunya Ekonomi Mandek".
Presiden Jokowi ketika memberikan sambutan.

Jakarta, Larast Post - Ketidakpastian global di era teknologi dan globalisasi ini akan selalu ada. Di tengah ketidakpastian itu, zona aman maupun nyaman dinilai hanyalah sebuah ilusi. Saat dunia berubah, maka kita pun dituntut untuk turut berubah.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat berbicara di hadapan pimpinan bank-bank nasional di Istana Negara pada Kamis (15/03).

Dunia bisnis penuh dengan risiko. Perbankan yang merupakan salah satu sektor bisnis juga memiliki risiko. Hal itu diakui sendiri oleh Kepala Negara.

"Kalau kita bicara perbankan dan sektor keuangan, mau tidak mau suatu saat kita harus berbicara mengenai risiko," ujarnya.

Menurut Presiden, dari sekian banyak risiko yang ada, risiko terbesar yang harus dihadapi ialah keengganan banyak pihak untuk mengambil risiko. Hal itulah yang banyak ia lihat di tahun 2017 kemarin, salah satunya di sektor keuangan.

"Memang perbankan harus _prudent_ dan hati-hati, ya saya setuju. Tapi kalau kita tidak berani mengambil risiko, selesai sudah kalau dalam bisnis. Pasti akan mati. Atau mungkin mati pelan-pelan, tapi tetap mati," tuturnya.

Baik itu di bisnis maupun politik, risiko akan selalu ada. Namun menurutnya, bila kita berani mengambil risiko, maka akan selalu ada kesempatan dan kemungkinan.

"Yang namanya mengambil sebuah keputusan artinya mengambil sebuah risiko. Di bisnis dan politik, sama saja. Sebagai pimpinan, ambil sebuah risiko. Mengambil sebuah keputusan, artinya mengambil risiko. Kalau menghindari risiko, artinya menghindar mengambil keputusan," ucap Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden meminta dunia usaha khususnya perbankan untuk tidak selalu _wait and see_ saat menghadapi ketidakpastian. Sebab, ketidakpastian dan perubahan akan selalu ada. 

"Orang berkata _wait and see_. Tiap tahun kita _wait and see_ terus karena memang berubah terus," sambungnya.

Ia berpesan, di saat dunia berubah, kalau kita tidak mengikuti perubahan, kita akan mati perlahan. Apalagi perubahan sekarang dirasa begitu cepat. Perbankan pun dituntut untuk berubah dan berani menerjang risiko untuk meraih kesempatan yang ada.

"Dunia keuangan dan perbankan mengalami itu," ucapnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekreteris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.(her, sg)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda