sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » Putusan Ditunda, Ketua DPP Apkomindo Tetap Yakin Hakim Berpihak Pada Kebenaran

Ketua Majelis Hakim Marulak Purba SH. MH memutuskan penundaan Putusan sidang perkara perdata dengan nomor: 53/Pdt.Sus-Hak Cipta/2017/PN.Niaga.Jkt.Pst hingga pada 14 Maret 2018 di PN Pusat pada Rabu (28/2/18).
Jakarta, Larast Post - Putusan lanjutan perkara sidang pembatalan Hak Cipta Logo Apkomindo ditunda hingga 14 Maret 2018.

“Karena berkas belum lengkap Keputusan sidang perkara perdata dengan nomor: 53/Pdt.Sus-Hak Cipta/2017/PN.Niaga.Jkt.Pst ditunda hingga Pada 14 Maret 2018,” ucap Ketua Majelis Hakim Marulak Purba SH. MH didampingi oleh Hakim Anggota Kisworo SH,MH dan Endah Detty Pertiwi SH, MH, serta Panitera Pengganti Mamiek Listiani SH, MH. di Ruang sidang Bagir Manan Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (28/2/18).

Ketum DPP Apkomindo Ir. Soegiharto Santoso (Hoky panggilan akrab_ red) yang dalam hal ini sebagai Penggugat tetap yakin dan optimis Ketua Majelis Hakim tetap berpihak pada kebenaran.

Senada dengan Hoky, Sekjen DPP Apkomindo Muzakkir yang juga pihak penggugat pada perkara tersebut mengatakan, keadilan bisa ditegakkan apa yang sudah menjadi hak Apkomindo bisa terealisasi bahwa logo itu sudah digunakan dari tahun 91, namun ternyata didaftarkan atas nama pribadi seseorang.

Muzakir berharap Ketua Hakim dapat memutuskan dengan hati nurani bahwa logo itu adalah logo milik Asosiasi beserta semua anggotanya di seluruh Indonesia. “Titik poin penting logo Apkomindo milik asosiasi bukan milik pribadi walaupun yang mendaftarkan logo tersebut atas nama pribadi salah satu pendiri,” ujar Muzakkir usai menghadiri sidang pada Rabu (28/2/18).

Muzakkir menyebutkan, jika logo Apkomindo tersebut milik pribadi bukan milik asosiasi secara otomatis anggota Apkomindo dari Sabang sampai Merauke pasti tidak ada yang mau membentuk DPD di daerah.

Pada perkara tersebut Ketua DPP Apkomindo Soegiharto Santoso dan Sekjen DPP Apkomindo Muzakkir dalam hal ini sebagai Penggugat melawan Sonny Franslay sebagai Tergugat I dan Menkumham RI Cq Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (Haki) Cq Direktur Hak Cipta dan Desain Industri sebabagai Tergugat II.

Hoky (tengah_kenakan jas hitam_) photo bersama para pendukung, jajaran Pengurus Apkomindo beserta para insan pers pada Rabu (28/2/18).

Pihak tergugat I menggunakan jasa kantor Pengacara Otto Hasibuan & Associates, Advocates & legal Consultants, bahkan dalam persidangan sempat beberapa kali dihadiri Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH, MM. Sementara Apkomindo hanya menggunakan jasa kantor Pengacara Hotma Raja & Rekan yang dihadiri Hotmaraja B. Nainggolan, SH, bahkan karena pengacara Apkomindo sempat berhalangan hadir, maka mulai persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi Hoky terjun sendiri tanpa didampingi oleh pengacaranya.

Untuk itu, Hoky pun sempat memberikan surat pencabutan Surat Kuasa terhadap kantor Pengacara Hotma Raja & Rekan, dengan tujuan agar tidak ada penundaan persidangan, lagi pula menurut Hoky sudah sangat nyata itikad tidak baik dari pihak Sonny Franslay dalam hal pendaftaran logo Apkomindo yang dilakukan secara diam-diam. Tak hanya itu pihak Sonny Franslay lalu melakukan kriminalisasi terhadap dirinya yang sempat ditahan di Rutan Bantul selama 43 hari, dimana dalam persidangan PN Bantul Hoky divonis tidak bersalah.

Bahwa dalam proses sidang gugatan pembatalan logo Apkomindo telah memeriksa saksi-saksi, dimana dari pihak Penggugat menghadirkan 9 orang saksi, yaitu Sandy Kusuma dari Bali, Simon Purba dari Solo, Tecky Tarnadi dari Surabaya. Selanjutnya Lukas Lukmana dari Semarang, Puguh Kuswanto dari Bogor. Selanjutnya empat orang dari Jakarta yaitu Rudi Rusdiah, Hendra Widya, Sugiyatmo dan Poey Peng An/ Andy Ho, artinya memang Hoky didukung oleh rekan-rekan pengurus dari DPD-DPD Apkomindo_nya.

Sedangkan dari pihak Tergugat I yang diwakili oleh kantor Pengacara Otto Hasibuan & Associates, telah menyatakan akan menghadirkan 8 orang saksi. Faktanya hanya 5 orang saksi saja yang dihadirkan, yaitu Hidayat Tjokrodjojo, Irwan Japari, Henky Gunawan, Agus Setiawan Lie dan Rudy Dermawan Muliadi yang seluruhnya hanya dari Jakarta.

Sekjen DPP Apkomindo Muzakkir
Bahkan Sonny Franslay selaku orang yang secara diam-diam mendaftarkan logo Apkomindo yang telah hadir di persidangan, namun faktanya lari dari rencana menjadi saksi, saat mengetahui para teman-temannya terlihat kewalahan dan sempat merasa kebingungan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Hoky. Para saksi tergugat I beberapa kali mereka mencoba menyangkal pertanyaan namun ketika disodori bukti, akhirnya mereka mengakuinya.

Saksi lainnya seperti Henkyanto Tjokroadhiguno yang menyatakan pernah membuat surat permohonan ijin penggunaan logo Apkomindo di tahun 2005 dan saksi Nana Juhana Osay serta saksi Faaz Ismali yang menghadap Notaris dengan Akta nomor 43 untuk mendirikan Perkumpulan Asosiasi Pengusaha Komputer Daerah Khusus Ibukota Jakarta disingkat Apkomindo DKI Jakarta, yang awalnya dijadwalkan akan hadir. Namun justru dibatalkan pihak pengacaranya, mungkin karena sadar, bahwa semakin banyak saksi-saksi yang dihadirkan oleh Tergugat I, maka semakin merugikan pihak Tergugat I.

Bahwa pada sidang (19/2/18) Hoky selaku penggugat telah membacakan sendiri kesimpulannya sehingga langsung didengar oleh seluruh pihak yang hadir dimana banyak dihadiri oleh awak media.

Hoky memohon agar Ketua dan Anggota Majelis Hakim memeriksa dan mengadili dengan seadil-adilnya, seraya memohon agar memberikan Amar Putusan poin pertama; Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya, poin kedua; Menyatakan Pencatatan Ciptaan tidak dapat dilakukan terhadap Seni Logo “APKOMINDO”. Poin ketiga; Membatalkan atau setidak-tidaknya menyatakan batal Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor 050083 tertanggal 9 Maret 2011. Poin keempat; Memerintahkan Tergugat II untuk mencatat pembatalan dan mencoret Surat Pendaftaran Ciptaan Nomor 050083 tertanggal 9 Maret 2011. Poin kelima; Menyatakan Penggugat/ DPP APKOMINDO memiliki hak untuk menggunakan Seni Logo “APKOMINDO”. Selanjutnya poin keenam; Menyatakan Penggugat/ DPP APKOMINDO sebagai Pemegang Hak Cipta atas Seni Logo “APKOMINDO”. Begitupula poin ketujuh; Memerintahkan Tergugat II untuk memproses permohonan dan pendaftaran Seni Logo “APKOMINDO” oleh Penggugat ke atas nama Penggugat/ DPP APKOMINDO. Adapun poin kedelapan; Menghukum Tergugat I untuk membayar biaya perkara.

Permohonan tersebut sangat beralasan karena penggugat telah menghadirkan 9 orang saksi, dimana seluruh saksi telah menyatakan bahwa logo Apkomindo telah digunakan oleh Asosiasi Apkomindo sejak didirikan tahun 1991 dan tidak pernah ada larangan tentang penggunaan logo Apkomindo serta tidak pernah ada aturan harus minta ijin kepada Sonny Franslay didalam AD & ART Apkomindo.
Bahkan Salah satu mantan ketua umum, yang juga menjadi saksi dalam sidang gugatan, yaitu Rudi Rusdiah mengatakan selama dirinya menjadi Sekjen DPP Apkomindo tahun 1999 hingga diangkat menjadi Ketum APKOMINDO tahun 2015 serta saat terpilih menjadi Ketum DPP Apkomindo ada dihadiri oleh Sonny, belum pernah dirinya diinformasikan harus membuat surat ijin menggunakan logo APKOMINDO.

Lalu terkait Surat APKOMINDO Nomor: 0001/KH/KU-APK/XII/1999, tanggal 21 Desember 1999, perihal: Permohonan ijin Pemakaian Merek Logo Apkomindo dari Hidayat Tjorodjojo, “saya tidak pernah melihat dan tidak pernah mengetahuinya, padahal pada tahun 1999 saya menjabat sebagai Sekjen Apkomindo, termasuk saya tidak pernah mengetahui di tahun 2005 ada surat Permohonan ijin dari Pak Hengkyanto TA. Selanjutnya benar bahwa saya sempat menjabat sebagai Ketum Apkomindo di Tahun 2015, saya menjabat tidak lama sejak Februari sampai Desember 2015. Namun persoalan logo ini, saya sendiri merasa heran, kenapa harus diributkan oleh Sonny hingga Pak Hoky harus dipenjara,” ujarnya yang menyayangkan sikap Sonny mengambil jalur hukum. Dirinya merasa jika persoalan logo hanyalah sebuah keinginan kelompok dan pribadi untuk menguasai APKOMINDO.

Diduga Lakukan Rekayasa
Diduga kedua surat tersebut merupakan hasil rekayasa, sebab sebuah kemustahilan membuat dan minta ijin sejak tahun 1999, padahal Sonny Franslay memperoleh sertifikat  Hak Cipta pada tahun 2011. Artinya 12 tahun sebelum ada sertifikatnya telah terlebih dahulu membuat surat ijinnya?, lalu saat ini telah tahun 2018, sehingga sangat mustahil surat yang tidak ada nilai komersialnya dan usianya telah mencapai 19 tahun tapi masih ada aslinya dan sempat diperlihatkan sebagai bukti dipersidangan PN JakPus, belum lagi jika diteliti, ternyata antara surat yang dibuat tahun 1999 dengan surat yang dibuat tahun  2005 terlihat sama persis, baik format tulisan, maupun font huruf serta hasil cetakan tintanya sama persis.

“Padahal kedua surat tersebut ada perbedaan waktu yang cukup lama yaitu 6 tahun, pada saatnya hal ini akan terungkap dengan terang benderang jika dilakukan uji forensik dan siapa saja yang terlibat akan dimintakan pertanggungjawabannya dimata hukum,” ucap Hoky.

Jalan Panjang Menuju Kebenaran
Hoky juga meyakini bahwa kebenaran dan keadilan akan tetap dapat ditegakkan. Seperti terbukti telah ada 7 (tujuh) putusan Pengadilan Perkara Apkomindo yang secara faktualnya selalu dimenangkan oleh pihak Apkomindo yang sah.
Hal tersebut dapat dilihat dari hasil-hasil sidang perkara sebelumnya antara lain:
(1) PN JakTim Perkara No: 479/PDT.G/2013/PN.JKT.TIM
(2) PTUN Perkara No: 195/G/2015/PTUN.JKT
(3) PT TUN Perkara No: 139/B/2016/PT.TUN.JKT
(4) MA Perkara No: 483 K/TUN/2016
(5) PN Bantul Perkara No: 288/Pid.Sus/2016/PN.Btl
(6) PN Bantul Perkara No: 03/Pid.Sus/2017/PN.Btl
(7) PT DKI Jakarta Perkara No: 340/PDT/2017/PT.DKI.

Sebagai penutup, Hoky selaku Ketum DPP Apkomindo, mengatakan, atas nama pengurus dan anggota Apkomindo mengucapkan banyak terima kasih kepada semuanya teman-teman yang telah berkenan hadir, khususnya kepada teman-teman yang telah bersedianya menjadi saksi, juga kepada teman-teman media yang selalu setia hadir dan meliput jalannya persidangan Apkomindo, sejak awal hinggga saat ini.

Hoky juga sangat optimis berkat fakta-fakta persidangan dan dukungan doa-doa dari teman-teman, serta pertolongan Tuhan, maka Yang Mulia para Majlis Hakim akan memberikan putusan mengabulkan gugatannya pada sidang mendatang. Pungkas Hoky sambil senyum sumringah. (sg/yani)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda