sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

Olah Raga

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Presiden Jokowi: Segera Rampungkan PKH 2018

Sebelum Maret Berakhir Diharapkan Selesai, Tahun Depan Dinaikan Dua Kali Lipat
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna tentang Ekonomi Makro di Istana Negara Jakarta (5/3/18).
Jakarta, Larast Post - Presiden Jokowi Widodo menekankan untuk segera merampungkan Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2018 sebelum Maret berakhir.

"Terkait pelaksanaan APBN 2018 maupun Rancangan APBN 2019 saya minta untuk program PKH, bahwa untuk tahun ini segera dirampungkan awal tahun ini. Sebelum bulan Maret ini berakhir sudah selesai (PKH dengan nilai Rp.10 juta pertahun)," tegas Presiden Jokowi ketika memimpin Rapat Paripurna membahas lanjutan Pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2019 di Istana Negara pada Senin (5/3/18).

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla juga mengatakan, agar tahun depan program PKH dinaikan dua kali lipat. 

"Tahun depan, saya minta agar Rupiah yang diberikan kepada peserta PKH bisa naik, paling tidak dua kali lipat," pinta Presiden di hadapan jajaran Menteri Kabinet Kerja.

Sesuai hitungan Bappenas, menurut Presiden, 16 persen dari total pengeluaran rumah tangga. Namun ia meminta, agar bisa menjadi 20 persen. “Tolong itu dihitung sekali lagi agar betul-betul yang berkaitan dengan keluarga prasejahtera ini bisa kita tangani secepat-cepatnya,” ujar Presiden.

Dari perhitungan dengan Bappenas, Presiden menjelaskan, kalau sekarang anggaran PKH itu Rp50 triliun, maka hanya perlu tambahan Rp20 triliun. Jika ini dilakukan maka angka keluarga pra sejahtera bisa di bawah 9 persen.

Wapres Jusuf Kalla beserta seluruh jajaran Kabinet Kerja ketika menghadiri Rapar Paripurna.

Antisipasi Perubahan Cepat Dinamika Ekonomi Dunia

Sementara itu pada awal sambutan Presiden mengingatkan, seiring dinamika ekonomi dunia yang terus berubah sangat dinamis bergerak, baik yang terkait dengan suku bunga, komoditas, arus modal masuk, arus modal keluar. Untuk itu Negara harus mewaspadai agar dapat mengantisipasi tentang masalah tersebut.
   
"Karena itu semua dapat mempengaruhi daya saing kita, oleh sebab itu harus betul betul diantisipasi. Termasuk munculnya kecenderungan beberapa negara tujuan ekspor, dengan kebijakan  perdagangan yang protektif, proteksionis, yang mengharuskan kita memperkuat daya saing ekpor kita," tegas Presiden Jokowi.

Presiden juga menyebutkan, hal itu sudah disampaikannya saat pertemuan bersama para Dubes, agar Indonesia harus mencari pasar pasar alternatif untuk tujuan ekspor. "Pasar pasar tradisional sehingga pasar kita semakin meluas," ucap Jokowi. 

Presiden juga menekankan kembali agar dalam pelaksanaan APBN 2018 dan penyusunan APBN 2019, program rakyat miskin seperti Program Keluarga Harapan (PKH), pemberian beras sejahtera (rastra), cash for work, Dana Desa, berjalan tepat waktu dan tepat sasaran, serta menjaga kualitas.

Presiden meminta adanya inovasi dalam APBN, dan minta agar BUMN dan dunia usaha dilibatkan agar tidak ada ketergantungan kepada APBN melalui peningkatan investasi dan ekspor, yang harapannya meningkatkan lapangan pekerjaan.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta agar akhir bulan ini masalah single submission dapat diselesaikan sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kuncinya adalah koordinasi konsolidasi dari Kementerian/Lembaga (K/L) terkait,” pungkas Jokowi.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda