sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Bisnis

Hukrim

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Regional

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

» » Silaturahmi MHQH, Tularkan Kerukunan Bangsa Indonesia Kepada Dunia

MHQH Wahana Memacu Pengembangan Tilawah, Hafalan dan Pendalaman Al-Quran
Presiden Jokowi ketika memberikan sambutan pada acara silaturahmi dengan peserta Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits yang dihadiri langsung Pangeran Khaled bin Sultan Abdul Aziz di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/3).

Jakarta, Larast Post - Kita harus menularkan pengalaman berharga umat Islam Indonesia kepada dunia dalam menjaga kerukunan, dalam menjaga persatuan, dalam menjaga perdamaian di bumi Allah SWT. 

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menggelar bersilaturahim dengan peserta Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud tingkat ASEAN dan Pasifik ke-10 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/03).

Hal tersebut, menurut Presiden, dikarenakan Indonesia sekarang ini terus menjadi panutan banyak negara dalam mengelola kemajemukan. Indonesia memiliki 714 suku, lebih dari 1.100 bahasa daerah, tetapi bisa tetap rukun dan bersatu.

Pelaksanaan musabaqah sendiri menurut Presiden hendaknya tidak hanya dipandang sebagai pelaksanaan acara biasa karena musabaqah adalah wahana untuk memacu pengembangan tilawah, hafalan, serta pendalaman isi Al-Quran.

"Sebagai umat muslim kita harus selalu mengingat bahwa Al-Quran diturunkan kepada kita untuk menjadi pedoman. Pedoman yang harus kita baca, kita pahami, kita hayati, dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menempuh jalan yang diridoi Allah, jalan yang penuh cinta damai, saling tolong menolong dan penuh persatuan," ucap Presiden.

Presiden juga mengingatkan kepada seluruh qori/qoriah, hafidz/hafidzah, mufasyir/mufasyirah agar terus mensyiarkan dan mengamalkan ajaran Al-Quran di luar acara ini. 

"Kita semua harus membangun kemanusiaan yang adil yang beradab, tidak membentak anak yatim, peduli pada fakir miskin, cinta saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air, serta menyayangi seluruh kehidupan di bumi Allah ini. Supaya seluruh Indonesia, seluruh Asia, dan seluruh dunia benar-benar melihat dan merasakan Islam sebagai agama yang _rahmatan lil alamin_," lanjutnya.

Presiden juga mengatakan agar setiap acara musabaqah Al-Quran dan hadits ini dapat terasa jejaknya manfaatnya dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Selain itu, Presiden juga berpesan agar umat Islam tidak mudah terjebak fitnah dan hasutan kebencian.

Pangeran Khaled bin Sultan Abdul Aziz Apresisasi Indonesia

Sementara itu Pangeran Khaled bin Sultan Abdul Aziz yang turut hadir pada acara tersebut mengatakan, dirinya mengapresiasi Indonesia yang telah menggelar Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits se Asean dan Pasifik secara sukses.

Pangeran Khalid berpesan kepada para peserta Musabaqoh dapat terus mengamalkan dan mengimplementasikan Alquran dan Hadist sebagai pedoman hidup umat Islam.

Pangeran Khalid bin Sultan Abdul Aziz dari Arab Saudi berharap agama Islam yang merupakan rahmat bagi alam semesta dapat tersebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. 

"Pangeran berharap Indonesia menjadi yang terdepan dalam penyebaran agama yang rahmatan lil alamin," ucap Pangeran Khalid bin Sultan Abdul Aziz dari Arab Saudi berharap agama Islam yang merupakan rahmat bagi alam semesta dapat tersebar ke seluruh dunia dari Indonesia. 

"Pangeran berharap Indonesia menjadi yang terdepan dalam penyebaran agama yang rahmatan lil alamin," ucap Pangeran Khalid saat memberikan sambutan pada acara yang sama di Istana Negara Jakarta, Kamis (22/3).

MHQH 10 Kali Digelar di Indonesia

Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits (MHQH) tingkat ASEAN dan Pasifik sudah digelar 10 kali. Indonesia selalu menjadi tuan rumah gelaran kompetisi hafalan Alquran dan hadits ini.

”Pelaksanaan musabaqah yang dihelat di Indonesia setiap tahun ini tentu merupakan kepercayaan, kehormatan dan lambang persahabatan yang tidak ternilai bagi bangsa Indonesia,” terang Menag saat menyampaikan laporan pada Silaturahim MHQH Pangeran Sulthan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat ASEAN dan Pasifik ke-10 di Istana Negara, Kamis (22/03).

MHQH berlangsung dari 20 – 22 Maret 2018 di Istiqlal. Event internasional ini diikuti 84 orang, terdiri dari 70 peserta hafalan Alquran, 14 peserta hafalan Hadits, serta 11 official dari 14 Negara di kawasan Asian dan Pasifik. Hari ini, mereka bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

”Kegiatan keagamaan ini memberi makna yang besar bagi Indonesia dan negara-negara di kawasan ASEAN dan Pasifik sebagai ”jantung perdamaian dunia”, karena kawasan ini relatif stabil dan diharapkan dapat terus menjaga ketahanan geopolitiknya,” tutur Menag.

Menurutnya, pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah tetap penyelenggaraan musabaqah ini sangat tepat. Sebab, Indonesia adalah negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia yang hidup damai di tengah keragaman suku, agama ras dan adat istiadat.

Menag menjelaskan bahwa pelaksanaan MHQH bertujuan memperkuat motivasi masyarakat Islam ASEAN dan Pasifik untuk terus bersemangat dan cinta menghafal Alquran dan Hadits. Selain itu, meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Alquran dan Hadits dalam praktek kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hadir pada kesempatan itu, selain peserta dan dewan hakim, hadir juga Pangeran Khaled Bin Sulthan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Untuk Indonesia Syekh Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi,  para duta besar dan perwakilan negara sahabat, serta menteri Kabinet Kerja.(her, sg)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda