sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Tekan Kecelakaan, Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machmud Arifin foto bersama setelah selesai melaksanakan Apel Operasi Keselamatan 2018

Surabaya, Laras Post - Polda Jawa Timur menggelar Apel Operasi Keselamatan Semeru 2018 bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Operasi tersebut akan digelar selama 22 hari tanggal 5 - 26 maret 2018 serentak secara nasional.

"Pada tahun ini kita melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru dengan mengedepankan pembinaan, pembinaan itu bukan penegakan hukum, penegakan hukum belakangan aja, Tapi lebih banyak masalah edukasi, memberikan teguran-teguran. Kalau ada yang membahayakan pengendara lain, baru kita tilang," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machmud Arifin kepada wartawan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2018, "Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Masyarakat Dalam Berlalu Lintas Untuk Mendukung Kebijakan Promoter Kapolri Guna Terciptanya Kamseltibcarlantas" di halaman markas kepolisian daerah Jawa Timur, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (1/3/2018).

 Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono.
Kapolda Berharap bila ada kecelakaan tidak ada korban jadi kecelakaan bisa di minimalisir, Mudah-mudahan dengan ada nya operasi ini bisa menekan jumlah laka.

Operasi Keselamatan Semeru ini juga bersamaan dengan kegiatan nasional pilkada serentak 2018 dengan  kondisi supaya tidak ada bertambahnya korban saat melakukan kampanye," lanjut Machfud.

"Untuk target benda itu akan berlaku bagi semua jenis kendaraan, apakah itu roda dua atau roda empat yang tidak dilengkapi kelengkapan kendaraan bermotor. Untuk target tempat yang biasa terjadi kecelakaan," kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono.

Terakhir adalah target kegiatan, yakni kegiatan yang dilakukan masyarakat pengguna jalan dan melanggar lalu lintas.

"Pelanggaran biasanya masyarakat yang berboncengan tiga, menggunakan (naik) bak terbuka dan sebagainya," lanjutnya.

Senada dengan yang disampaikan Kapolda, dalam bertindak, petugas akan mengedepankan sikap reaktif dan preventif.

"Kalau tindakan secara represif atau penegakan hukum itu adalah langkah terakhir seperti tilang nanti diberlakukan bagi pelanggar yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas," ucapnya.

"Kita akan melaksanakan kegiatan (operasi) di sejumlah titik di seluruh Jawa Timur, dengan melibatkan sekitar 2500 Personil dari Polda serta Jajaran Polres se Jawa Timur, " Pungkasnya.(Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda