sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Tim Basarnas Evakuasi 10 Korban Kecelakaan di Jonggol

Tim Basarnas Evakuasi Kecelakaan

Jonggol, Larast Post - Tim Basarnas Evakuasi 10 korban kecelakaan mobil di Jalan Raya Jonggol, Cariu, Rabu (7/3) pagi.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan penumpang dan supir menjadi korban.  dari peristiwa tersebut. Untuk itu Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta yang pertama kali mendapatkan laporan dari salah satu warga setempat langsung menghubungi Basarnas Command Center (BCC) dan Balai Diklat Basarnas yang berlokasi di Cariu Jonggol.

Warga yang melaporkan kejadian menjelaskan, kecelakaan terjadi pukul 09.00 WIB melibatkan 3 buah kendaraan roda empat jenis sedan dan 1 minibus.

"Akibat kecelakaan ini ada 10 orang yang jadi korban, 3 terjebak di dalam kendaraan dan 7 orang lagi terlempar keluar," ujar warga yang melihat.

Menindaklanjuti laporan, rescuer yang sedang mengikuti pendidikan di Balai Diklat dengan membawa peralatan ekstrikasi langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban.

Setibanya di lokasi kejadian, tim langsung melakukan proses ekstrikasi yaitu teknik melepaskan/ membebaskan korban yang terjebak di dalam kendaraan menstabilisasi lokasi.

Nahas saat proses stabilasasi berlangsung, terjadi kebakaran di lokasi kejadian akibat tumpahan bahan bakar dari 4 kendaraan tersebut. Namun kondisi ini berhasil ditangani personil Basarnas dengan menggunakan APAR (alat pemadam kebakaran).

Selanjutnya tim rescue menstabilisasi kendaraan dengan memasang penyanggah untuk mengurangi pergerakan pada kendaraan.

Untuk mengevakuasi korban yang berada di dalam kendaraan, tim membuka akses dengan cara memecahkan kaca dari jendela pintu depan dan belakang. Sementara untuk mengeluarkan korban yang terjepit di bawah mobil, tim rescue menggunakan airbag.

Kejadian di atas merupakan simulasi kecelakaan yang dilaksanakan Balai Diklat Basarnas saat penutupan diklat Vehicle Accident Rescue (VAR) di Balai Diklat BPSDM Basarnas, Cariu, Jonggol.

Diklat angkatan pertama ini diikuti 24 peserta baik dari Kantor Pusat maupun Kantor Pencarian dan Pertolongan.

Latihan tersebut telah berlangsung selama 16 hari secara resmi ditutup kepala BASARNAs Marsekal Madya TNI M. Syaugi, pada Rabu (7/3) siang .

Kepala Basarnas Marsekal Madya Syaugi saat memberikan keterangan pers.

Pada Kesempatan itu Syaugi mengatakan bahwa diklat lanjutan ini dirancang untuk memberikan kompetensi bagi rescuer dalam melaksanakan pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban pada kecelakaan kendaraan yang memerlukan penanganan khusus dengan cepat dan benar.

"Kompetensi ini sangat penting bagi rescuer Basarnas mengingat semakin seringnya terjadi kecelakaan kendaraan yang berakibat fatal," ujar Syaugi pada Rabu (7/3).

Syaugi menambahkan kejadian yang masih hangat adalah longsor perimeter di bandara dimana bangunan beton menimpa sebuah mobil dan mengakibatkan dua orang korban serta kecelakaan bus pariwisata di Subang Jawa Barat.

Keduanya merupakan kecelakaan kendaraan yang tentunya membutuhkan penanganan evakuasi dan peralatan khusus.

Diakhir sambutan beliau berpesan  agar para peserta diklat dapat menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental yang baik dimanapun berada.

Masih di Balai Diklat, Jenderal Bintang Tiga ini juga melakukan peninjauan pemasangan antena peralatan deteksi dini terbaru yang dimiliki Basarnas bernama LEOSAR dan MEOSAR.

Basarnas sendiri telah mengoperasikan peralatan deteksi dini (LEOLUT) sejak 1991 dan hingga saat ini masih berlangsung.

Pengembangan sistem komunikasi deteksi dini Basarnas bermula dari sistem LEO SAR (Low Earth Orbit SAR) yang memiliki orbit polar bergerak dari kutub ke kutub dan mengitari bumi pada ketinggian 800-1000 km.

Tahun 2017, Basarnas membangun sistem deteksi dini terbaru dengan menggunakan orbit satelit MEOSAR (Medium Earth Orbit SAR) berada pada ketinggian 24.000 km.

Disamping itu MEOSAR juga memiliki cakupan wilayah pendeteksian lebih luas serta hasil yang lebih cepat dan akurat dibandingkan LEOSAR.(sg/hms Basarnas)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda