sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

Olah Raga

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » DPRD Banyuwangi Gelar Rapat Paripurna LKPJ Kepala Daerah 2017

Bupati Banyuwangi Azwar Anas didampingi Ketua DPRD serta lejabat lainnya saat memasuki ruang sidang.

Banyuwangi, Larast Post - DPRD Kabupaten Gresik menggelar Rapat Paripurna terkait laporan pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi, Kamis (05/04).

Rapat Paripurna tersebut dihadiri langsung Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Ketua DPRD Banyuwangi serta anggota Dewan lainnya, jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) tingkat Kecamatan, Kepala Desa dan Lurah.

Pada kesempatan itu, Bupati Annas sebagai pelaksana amanat peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 3 Tahun 2017 memberikan laporan tentang Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Pemerintah. Laporan keterangan pertanggung jawaban Kepala Daerah Kepala Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada masyarakat serta mengingat Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2017 telah berakhir.

Suasana Rapat Paripurna.

"Saya selaku Kepala Daerah berkewajiban untuk menyampaikan LKPJ Bupati Banyuwangi Akhir Tahun Anggaran 2017 kepada DPRD melalui Rapat Paripurna untuk mempresentasikan capaian penyelenggaraan pemeritah dan kinerja pembangunan selama Tahun 2017," ucap Anas ketika memberikan sambutan.

Anas juga mengatakan, atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar besarnya kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi yang secara bersinergi penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi.

"Demikian pula kepada rekan - rekan Forum Pimpinan Daerah, segenap Ulama, tokoh masyarakat serta seluruh komponen masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintah dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi," sambung Anas.

Berdasarkan (RPJMD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Banyuwangi adalah Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang semakin sejahtera, mandiri dan berakhlak mulia melalui peningkatan Perekonomian dan kualitas sumber daya manusia.

Untuk mewujudkan Visi tersebut meliputi:
1. Mewujudkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.
2. Mewujudkan daya saing Ekonomi Daerah melalui pertumbuhan Ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis potensi sumber daya alam dan kearifan lokal.
3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas Infrastruktur fisik, ekonomi dan sosial.
4. Optimalisasi sumber daya daerah berbasis pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
5. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean gove mance) serta layanan publik yang berkualitas berbasis teknologi informasi.

"Upaya yang di lakukan Kabupaten Banyuwangi untuk menjaga kesinambungan dan kolaborasi menjadi hal wajib yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian masalah di masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten telah mampu mengentaskan 5.093 anak putus sekolah dari 5.191 jumlah anak putus sekolah yang terdata.

Selain itu juga (SAS) Siswa Asuh Sebaya sebagai upaya pemerintan daerah mendorong Empati dan solidaritas di kalangan pelajar saat ini berhasil mengumpulkan dana hingga 12,8 milyar rupiah dengan menjangkau lebih dari 20.000 siswa.

Berdasarkan hasil penghitungan terakhir yang di rilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi turun menjadi 8.64 persen.
Sebelumnya sebesar 8.79 persen jauh lebih rendah di banding rata - rata Propinsi Jatim sebesar 11.77 persen.

Berbagai upayapun di lakukan sehingga produktifitas padi Banyuwangi rata - rata produksi 6 Tahun terakhir mencapai 795 ribu ton gabah.

Sejak tahun 2011 untuk perbaikan jaringan Irigasi Primer sepanjang 3.718 km, Irigasi Sekunder sepanjang 2.204 km, dan Irigasi Tersier sepanjang 797 km.
Jaringan tersebut mengairi sekitar 66.000 hektar sawah. Hingga tahun ini di bangun 15 embung baru dengan kapasitas tiap embung mencapai 2000 hingga 5000 meter kubik.

Untuk sektor pertanian Banyuwangi yang ada di Bajulmati mengairi lahan pertanian seluas 1.800 hektar (Ha) termasuk di dalamnya 600 hektar (Ha) lahan sawah baru di wilayah utara Banyuwangi.

Tak hanya itu, pada tahun 2011 untuk jumlah penumpang Transprortasi Udara sebanyak 7.826 orang hingga mencapai 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada tahun 2016 dan tahun 2017 mencapai hingga 188.949 orang.

"Dan saya terima kasih atas penghargaan yang setinggi - tingginya kepada seluruh elemen masyarakat Banyuwangi, segenap pimpinan dan Anggota DPRD Forpimda, alim Ulama serta segenap media cetak dan elektronik atas dukungan dan sinergitas yang terjalin sehingga Kabupaten Banyuwangi meraih banyak prestasi dan penghargaan," ungkap Bupati Banyuwangi diringi tepuk tangan para hadirin.

Adapun penghargaan yang telah dicapai di antaranya:
1. Top 40 Inovasi pelayanan publik Tahun 2017 untuk program e- Village Budgeting dan kementrian PAN RB.
2. Piala Adipura untuk yang ke 5 kalinya secara berturut - turut dari kementrian lingkungan hidup dan kehutanan.
3. Kabupaten terbaik dalam pengelolaan kepegawaian yang di berikan oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN ).
4.) Setya Lencana Wirakarya dari Presiden RI kepada Bupati Banyuwangi.
5.Bold Meda Award yang di berikan oleh Quality an Productivity Association of The Philipines kepada RSUD Blambangan Banyuwangi.
6. Top IT dan Telco 2017 yang diberikan oleh kementrian komunikasi dan Informatika sebagai Instansi pemerintah telah berhasil mengimplementasikan teknologi informatika dan telekomunikasi.
7. Setya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha.
8. Swasti Saba Wiwerda.
9. Top 25 inovasi pelayanan publik untuk program Smart Kampung.
10. Leadership Award dari Mentri Dalam Negeri di berikan kepada Bupati sebagai Kepala Daerah berprestasi dengan 7 indikator meliputi kapabilitas, akseptabilitas, kompabilitas, kredibilitas, integritas, rekan jejak dan inovasi.
11. Anugerah komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terbaik  2017.
12. Harmony Award berhasil mewujudkan kerukunan antar umat beragama.
13. Desa Wisata Award oleh Menteri Desa PDT kepada Desa Tamansari,Licin sebagai Desa wisata terbaik.
14. Daerah terinovasi dalam pengendalian inflansi yang di berikan oleh TPID Nasional.
15. Di Banyuwangi satu satunya di Indonesia meraih predikat A untuk sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
16. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 5 tahun.
17. Anugerah Dana Recka dari Menteri untuk pengelola keuangan terbaik pemerintah Banyuwangi mendapatkan Dana Isentif Daerah (DID) sebesar 75 milyar rupiah dari pemerintah pusat yang terdiri dari dana isentif dasar sebesar 7,5 milyar rupiah dan dana isentif kinerja sebesar 67,5 milyar rupiah.
18. Serta Prestasi yang baru saja kita raih Kabupaten Banyuwangi mewakili Indonesia berhasil mendapatkan ASEAN TOURISM STANDART AWARD yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang Pariwisata tingkat Asia Tenggara untuk katagori Clean Tourist City. (Sutik)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda