sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » Kapogiraha Adhara Meriahkan Pembukaan TMMD Mubar 2018

Budaya lokal Kabupaten Muna Barat, Kapogiraha Adhara pertarungan antara dua ekor kuda.

Muna Barat, Sultra, Larast Post - Kapogiraha Adhara dan Tarian reog Ponorogo meriahkan pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Muna Barat, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/4).

TMMD 101 Mubar diresmikan langsung Wakil Bupati Muna Barat, Achmad Lamani di lapangan sepak bola Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat (Mubar) Rabu (4/4). Pada kesempatan itu dihadiri Danrem 143/Ho, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman, SIP, didampingi Danlanal Kdi Kolonel Laut P. Iputu Darjatna dan Danlanud Haluoleo Kendari Kolonel Pnb Nana Resmana SM. Juga dihadiri Perwakilan Kapolda Sultra AKBP Antonius Danang, Dandenkes Kdi Letkol CKM dr. Junaedi Mustafa Sp.P, Dandenbekang Kdi Letkol Cba Hariyoto, Kasi Intel Rem 143/HO Mayor Inf  Yudi Rombe, Kapenrem 143/Ho Mayor Inf Azwar Dinata SH dan Pasi Bakti TNI Mayor Arh La Ode Mursalim. 

Kapogiraha Adhara merupakan budaya kearifan lokal masyarakat Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Kapogiraha Adhara mengandung makna filosofis sangat kental di hati masyarakat Muna. Budaya lokal yang diperankan dua ekor Simbol harga diri yang harus dipertahankan serta mengajarkan ketelatenan, daya ingat dan kewaspadaan. Hal itu tergambarkan dalam pertunjukan perkelahian kuda atau lebih dikenal sebagai Kapogiraha Adhara.

Seni budaya yang disajikan dalam pembukaan TMMD 101 Kodim 1416/Muna menyedot perhatian masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Tidak mudah untuk menyelenggarakan kegiatan pertunjukan adu kuda ini, harus ada pawang yang mendampingi masing masing kuda yang akan diadu sehingga tidak akan mengganggu kenyamanan penonton dalam menikmati seni budaya Kapogiraha Adhara.

Reog Ponorogo juga tampil di Kabupaten Muna Barat.

Pada kesempatan itu juga dimeriahkan Reog Ponorogo seni budaya asal Jawa Timur. Kenapa Seni Reog Ponorogo hadir jauh dari kampung halaman, karena memang penduduk Muna Barat banyak juga pendatang (penduduk transmigrasi) dari suku Jawa terutama jawa Timur.

Dan perlu diketahui TNI Manunggal Membangun Desa tidak hanya membangun fisik wilayah namun juga membangun secara non fisik, termasuk di dalamnya pelestarian budaya lokal daerah.

Istilah TMMD 

TMMD atau singkatan dari Tentara Manunggal Membangun Desa asal mulanya yaitu AMD (Abri Masuk desa). Pada jaman orde baru peran ABRI _sekarang TNI_ selain menggelar operasi militer perang (OPM) juga diadakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yaitu diantaranya AMD membantu masyarakat membangun desa. Hingga kini kedekatan TNI dengan rakyat terus dikampanyekan dengan menggelar kegiatan salah satunya TMMD.

Perlu diktahui bahwa TMMD dibagi menjadi dua bagian, TMMD Reguler dan TMMD Imbangan.
     
TMMD reguler merupakan program komando Atas yangg telah ditentukan Waktu, satuannya, anggaran dan operasionalnya. Sedangkan TMMD Imbangan merupakan inisiatif satuan bawah yang dilaksanakan bersamaan dengan TMMD Reguler dalam  mengimbangi program TMMD Reguler tanpa ada dukungan anggaran operasional dari komando atas. 
TMMD Reguler ditentukan urutan seperti TMMD ke-101 dan seterusnya, dengan satuan yang ditunjuk secara berurutan masing-masing Korem. Sedangkan TMMD Imbangan tidak ada urutannya tergantung satuan bawah yang berinisiatif untuk melaksanakannya sesuai kebutuhan wilayah atau dapat juga atas permintaan dari pemerintah daerah kepada satuan teritorial terkait untuk melaksanakan program pembangunan di daerah melalui TMMD.

TMMD Reguler direncanakan minimal 2 tahun sebelumnya oleh Kodim yang ditunjuk sedangkan TMMD imbangan direncanakan cenderung singkat karena pertimbangan wilayah melalui Pemda untuk dilaksanakan TMMD oleh Kodim setempat. (sg/penrem 143)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda