sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

Olah Raga

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jalan di Tempat

Warga Bangkalan Tuding Polda Jatim Tidak Serius
M. Fauzen selesai mendatangi SPKT Polda Jatim.
Surabaya, Larast Post - Laporan polisi kasus pemalsuan ijazah dengan nomor nomor LPB/23/1/2018/UM/JATIM yang dilaporkan M. Fauzen (42) warga Bangkalan Madura dengan terlapor seorang kepala desa Petapan Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan Madura atas nama Subai, hingga kini belum menemui titik terang.

Padahal, kasus tersebut telah masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim lebih dari tiga bulan lalu, atau tepatnya Senin tanggal 8 Januari 2018. Pelapor pun menduga penyidik Subdit Jatanras Direskrimum tidak serius menangani kasus tersebut.

"Saya selalu menanyakan perkembangan kasus ini kepada Kompol Supriyono selaku Kanit dalam Subdit yang menangani. Tapi jawaban yang saya dapat, kurang memuaskan," ucap Fauzen, Rabu (4/4).

Berbagai barang bukti untuk melengkapi laporannya, dikatakan Fauzen telah diberikan kepada petugas SPKT kala itu, diantaranya fotocopy ijazah yang diduga dipalsukan, KSK terlapor, fotocopy ijazah paket A dan C yang asli, daftar Induk dari dinas terkait serta beberapa berkas penunjang laporannya.

"Saya juga telah dimintai keterangan penyidik, termasuk Subai. Namun setelah dipanggilnya Subai, sepertinya kasus ini mandeg (jalan ditempat)," lanjutnya.

Kata Fauzen, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan forensik terhadap bukti ijazah tersebut. Tapi, menurutnya penyidik telah melakukan kesalahan terhadap obyek yang diperiksa.

"Yang diuji adalah ijazah paket A yang palsu adalah ijazah paket B. Kalau paket C itu asli, saya lampirkan sebagai pembanding," tegasnya.

Beberapa bukti ditunjukkan Fauzen, diantaranya foto copy ijazah terlapor yang diduga dipalsukan, Kartu Keluarga (KK) dan daftar induk Subai oleh dinas terkait.

"Ijazah paket B (milik terlapor) tidak sesuai dengan foto yang bersangkutan. Selain dari foto, tanggal lahir di ijazah tidak sama dengan KK yang dikeluarkan Dispenduk tahun 2013. Yang di KK tertulis tanggal lahir 12 september 1974, sedangkan di ijazah paket B tertulis tanggal 9 desember 1874. Berarti ada dugaan memanipulasi data syarat Pilkades," bebernya.

M Fauzen juga menuturkan jika sebelumnya langkah hukum kasus pemalsuan ijazah oleh kepala desa Subai ini telah lebih dulu diadukan kepada Polres Bangkalan, namun berbagai kejanggalan selama proses ini terjadi.

"Di Polres Bangkalan masih sebatas pengaduan untuk kasus ini, namun kenapa pihak kepolisian juga melakukan gelar perkara? seakan-akan ini adalah laporan," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Jatanras Direskrimum Polda Jatim AKBP Ambar Hariyadi saat dikonfirmasi awak media mengaku dirinya belum mengetahui secara jelas kasus tersebut. Ia pun meminta waktu untuk mendalaminya.

"Mungkin sedang proses penyelidikan, jadi saya minta waktu untuk mendalami kasusnya seperti apa," kata Ambar.

Untuk mengungkap kasus pemalsuan ijazah, dikatakan Ambar, dirinya akan berkoordinasi dengan dinas terkait selaku penerbit ijazah. Kemudian akan dilakukan uji laboratorium forensik terhadap tanda tangan, cap tiga jari dan keaslian foto ada pada ijazah yang diduga dipalsukan.

"Nanti pasti akan diketahui keabsahannya," jelas mantan Kasubdit Kamneg Direskrimum Polda Jatim ini.

Ambar berjanji akan mengungkap kasus tersebut seadil-adilnya tanpa condong ke salah satu pihak. "Akan saya sampaikan sesuai fakta yang ada, kalau salah akan saya katakan salah dan kalau benar akan saya katakan benar," tutupnya.(Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda