sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

Olah Raga

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Keberhasilan Perikanan Tangkap Jawa Timur Tuai Pujian Menteri Susi

Suasana Pantai Utara Jawa Timur.

Surabaya, Larast Post - Jawa Timur memiliki cakupan laut yang luas, pesisir, dan pulau-pulau kecil dan bermakna strategis sebagai pilar pembangunan ekonomi berskala nasional. Selain memiliki nilai ekonomis, sumber daya kelautan juga mempunyai nilai ekologis.

Di samping itu, kondisi geografis Jawa Timur terletak pada geopolitis yang strategis, yakni Laut Jawa sebagai wilayah laut yang memiliki lalu lintas padat dan lautan Hindia yang merupakan kawasan paling dinamis dalam arus percaturan politik, pertahanan, dan kemanan dunia. Kondisi geo-ekonomi dan geo-politik tersebut menjadikan sektor kelautan sebagai sektor yang penting dalam pembangunan ekonomi regional maupun nasional.

Khusus untuk perikanan tangkap potensi di Jawa Timur sangat melimpah, sehingga dapat diharapkan menjadi sektor unggulan perekonomian di wilayah timur Jawa. Untuk itu potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan lestari, tugas ini merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan pengusaha guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah yang mengarah pada kesejahteraan rakyat.

Diketahui bahwa potensi laut pantai utara sangat besar yakni 214.970,8 ton per tahun dan potensi laut selatan 403.448 ton per tahun.

Berdasar data yang disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, jumlah penduduk Indonesia per 30 Juni 2016 sebanyak 257.912.349 jiwa dengan tingkat penyediaan ikan untuk konsumsi sebesar 43 kikogram per kapita per tahun.

Pada tahun yang sama, tingkat penyediaan ikan untuk konsumsi Jawa Timur sebesar 36 kg per kapita per tahun (BPS, 2016). Perlu diketahui bahwa tren laju pertumbuhan penduduk di Indonesia menuntut peningkatan pula pada produksi ikan.

Peluang pengembangan usaha perikanan Jawa Timur memiliki prospek yang sangat tinggi karena potensi ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 41,89 triliun rupiah per tahun.

Dari data tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perikanan dan Kelautan terus berupaya meningkatkan produktivitas hasil tangkapan ikan. Salah satunya dengan penerapan penggunaan alat penangkapan ikan 'Trammel Net' atau yang biasa disebut juga jaring kantong, jaring gondrong atau jaring udang dimana hasil tangkapannya berupa udang maupun ikan. Penerapan itu dilakukan para nelayan Probolinggo.

Hasilnya, produksi perikanan tangkap nelayan Mayangan Probolinggo mencapai 300 ton per hari. Jika diakumulasikan ke rupiah, hampir 9 milyar rupiah per hari.

Kondisi ini menuai pujian dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dalam kunjungannya di Probolinggo pihaknya merasa puas mengetahui hasil tangkapan nelayan Mayangan Probolinggo Jawa Timur.

"Ternyata hasil nelayan Probolinggo luar biasa, jauh dari pantauan pusat sebelumnya," kata Susi dalam kunjungannya ke Probolinggo, Rabu (14/2/2018) lalu.

Susi menyebut bahwa dalam seharinya hasil tangkapan ikan nelayan Probolinggo mencapai 300 ton per harinya. Jika 1 kilogram ikan dihargai Rp 30 ribu," Maka hasil penjualan ikan di Probolinggo mencapai Rp 9 miliar per harinya," kata Susi..

Susi mengakui akan kekayaan laut Probolinggo, sebab hasil tangkapan ikan dari laut Indonesia timur juga masuk ke Probolinggo. Ikan-ikan seperti kakap merah, terisi, dan jenis ikan mahal lainnya ada di Probolinggo.

Susi menambahkan, untuk ke depannya pihaknya akan memfasilitasi para nelayan terutama mengenai alat tangkap baik ke pancing atau ke lawe dasar. Tidak hanya itu saja, Susi juga berjanji membantu nelayan untuk jasa pinjaman modal dari pihak perbankan, termasuk pembangunan fasilitas dermaga.

"Selain potensi tangkapan ikan nelayan tinggi, laut Probolinggo juga tergolong bagus sehingga Whale Shark bisa datang ke laut Probolinggo, berarti perairan Indonesia sudah lebih baik," tegasnya.

Selain itu, Susi menegaskan bahwa nelayan asing dan kapal asing tidak diperbolehkan lagi melaut di perairan Indonesia.

Selain imbas dari penerapan penggunaan alat penangkapan ikan 'Trammel Net', melimpahnya perikanan tangkap juga imbas dari sejumlah program yang sejak dulu digulirkan SKPD dibawah kepemimpinan Ir Heru Tjahyono tersebut.

Bantuan alat tangkap nelayan baik dari anggaran APBD maupun bekerja sama dengan pemerintah pusat seperti bantuan kapal perikanan sebanyak 146 unit dan 772 unit bantuan alat penangkap ikan  (API) kepada nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan akhir tahun 2017 lalu. Telah membawa dampak positif bagi tumbuh kembang perikanan tangkap yang ada di Jawa Timur. Termasuk nelayan yang ada di kabupaten Tuban, Gresik, Pasuruan dan  Situbondo.(Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda