sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Nelayan Banyuwangi Belajar Evakuasi Korban di Laut

Peserta latihan Water Rescue Sukarela tampak giat berlatih
Banyuwangi, Larast Post – Peserta Latihan Water Rescue Sukarela memasuki hari ke-empat melaksanakan praktik pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan nelayan Banyuwangi, Radio Amatir Penduduk Indonesia (RAPI), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Banyuwangi SAR Independent (BSI), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pada Jumat (27/04/2018), di Pantai Muncar Banyuwangi.

Sebelum memasuki latihan, sejak pukul 05.00 WIB para peserta melaksanakan olah raga bersama kemudian dilanjutkan dengan run-swim-run (lari-berenang-lari) di laut. Tujuannya adalah untuk kedisiplinan dan ketahanan fisik. 

Menurut Ketua Tim Latihan Risky Putra Buana, pelatihan hari ini fokus pada keterampilan evakuasi korban di laut, pemindahan korban dengan tandu, dan pengenalan perahu karet serta instalasi mopel (motor tempel).

“Para peserta latihan dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok menerima tiga sesi praktek latihan, dan dipandu oleh personel perwakilan dari Rescuer Pos Basarnas Banyuwangi,” ujar Risky Putra Buana, yang sehari-hari menjabat sebagai Danpos SAR Ketapang ini. 

Adapun materi praktek pertama dipandu oleh S. Jefri Yansah, mengenai pengenalan motor tempel, perahu karet, instalasi motor tempel, dan teknik mengangkat perahu karet. Materi praktek kedua dipandu oleh Prahista Dian Yudi Winata dan Irwan Fery Winata. Materi yang diajarkan mengenai pengoperasian mopel, pengangakatan korban di laut, dan teknik naik-turun dari perahu karet. Materi praktek ketiga dipandu oleh Dian Susetyo yaitu Praktek pemindahan korban, teknik pengangkatan korban dengan tandu long spine board (LSB), teknik pemasangan tali Y strap, teknik penggeseran korban di tandu dan teknik pemasangan alat pengaman leher.

Para peserta tampak antusias dan mempraktekkan dengan serius. Salah seorang nelayan Muncar, Sabidin, mengatakan bahwa pelatihan ini menambah wawasan dan persaudaraan. "Pelatihan ini tidak hanya diajarkan teknik pertolongan korban tapi juga kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan," ujarnya. (sg)




















«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda