sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Olah Raga

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Wisata

Selebrity

» » Panglima TNI : Prajurit TNI Jaga Kepercayaan Dan Kehormatan Dalam Mengemban Tugas Internasional



Jakarta, Laras Post -  Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda harus menjaga kepercayaan dan kehormatan dalam mengemban tugas internasional, hal tersebut tidak terlepas dari kinerja dan berbagai prestasi yang telah ditunjukkan oleh Satgas TNI Kontingen Garuda yang telah bertugas sebelumnya

Demikian sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., pada upacara militer pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) Yonkomposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-D/United Nations Mission In Darfur (UNAMID), di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/04).

Menurut Panglima TNI, keberhasilan menjaga nama baik TNI dapat diperoleh para Komandan Satgas beserta seluruh staf maupun prajurit mampu memahami dan melaksanakan dengan baik mandat serta misi yang menjadi kebijakan PBB. "Diharapkan kepada para prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda untuk dapat terus menjaga nama harum Konga," ujarnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa para personel Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID harus memahami Resolusi PBB 1769 tahun 2007 yang menyatakan UNAMID memiliki mandat dan kewenangan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam pengerahan pasukan sesuai kemampuannya untuk melindungi personel, fasilitas, instalasi, peralatan, menjamin keamanan dan kebebasan bergerak personel sendiri serta lembaga-lembaga kemanusiaan.

"Hal ini penting untuk diketahui, dipahami dan dikuasai oleh Dansatgas serta staf guna memberikan pemahaman terhadap standar operasi maupun aturan pelibatan yang berlaku pada misi UNAMID," ucapnya.

Panglima TNI juga menuturkan bahwa operasi pemeliharaan perdamaian saat ini sudah sangat kompleks dan melibatkan berbagai pihak mulai dari staf internasional PBB, personel Polisi Militer, Organisasi Internasional Palang Merah Internasional dan organisasi lainnya.

Terkait misi perdamaian dunia, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan bahwa Sekjen PBB terus menaruh perhatian terhadap terjadinya pelanggaran di daerah operasi sehingga guna menjaga citra misi pemeliharaan perdamaian PBB maka dikeluarkan kebijakan Zero toleransi terhadap semua jenis pelanggaran.

"Kepada seluruh anggota Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID untuk tidak sekali-kali terlibat dalam masalah dan jangan sekali-kali melanggar larangan atau ketentuan yang berlaku," kata Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa perkembangan dan kecenderungan situasi di daerah operasi harus menjadi perhatian untuk terus diikuti dalam rangka menyusun strategi serta tindakan taktis Satgas Konga. "keselamatan personel serta kredibilitas Indonesia dan TNI sangat tergantung kepada kepemimpinan Dansatgas, disiplin loyalitas serta soliditas seluruh prajurit TNI yang mengemban tugas di daerah operasi," imbuhnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa penugasan yang di emban Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID merupakan tugas istimewa karena tidak hanya dipercaya sebagai duta TNI tetapi juga duta bangsa dan Negara di forum internasional.

“Apa yang dikerjakan disana akan menjadi cerminan kualitas TNI di mata tentara negara lain dan menjadi ukuran bagi bangsa serta negara lain dalam memandang posisi negara Indonesia,” ungkapnya.
  
Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID tahun 2018 berjumlah 800 Prajurit TNI termasuk didalamnya prajurit wanita TNI sebanyak 22 personel, yang akan melaksanakan tugas selama 1 (satu) tahun dipimpin Letkol Inf Irdham, S.E., M.M. sebagai Dansatgas. (her,sg/Puspen TNI).

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda