sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » Pencabutan Plang Tanah Aset TNI AU, Akan Diproses Secara Hukum

Plang pembatas tanah TNI AU yang dicabut warga,
diamankan oleh pihak TNI AU. (Pen/Kin)
Subang, Larast Post - Penolakan sejumlah warga yang merupakan anak dan cucu purnawirawan TNI AU terkait rencana pengosongan lahan milik TNI AU, untuk dijadikan tempat latihan militer, di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, ditanggapi serius oleh jajaran TNI AU Lanud Suryadarma. 

Ketua Tim Aset Lanud Suryadarma Kolonel Tek Budhi Arifa Chaniago, saat dikonfirmasi, pada Minggu (22/4/2018),  mengungkapkan, rencana pengosongan lahan milik TNI AU yang berada di Cikopo, sudah sesuai dengan prosedur. Surat pemberitahuan tentang pengosongan, sebelumnya sudah ditembuskan, baik ke komando atas maupun jajaran samping yang terkait, seperti Pemkab Purwakarta, Polres Purwakarta dan Kodim 0619 Purwakarta. 

Dijelaskannya, adapun yang menjadi dasar TNI AU Lanud Suryadarma meminta atas pengosongan lahan dengan luas 17,9 Hektar tersebut adalah, Keputusan Kepala Staf Angkatan Perang Nomor 023/P/KSAP/50 tanggal 25 Mei 1950, Sertifikat Hak Pakai Nomor 12 Tahun 1983, Inventaris Kekayaan Negara Nomor IKN 50508013, serta Perintah lisan Pangkoopsau I Kepada Danlanud Suryadarma, pada Senin (16/4/2018) untuk segera mengosongkan lahan di desa Cikopo dari para pemukim.

"Surat Danlanud Suryadarma Nomor B/281/2018 tanggal 19 April 2018 tentang rencana pengosongan lahan aset tanah TNI AU di Cikopo dan terakhir dipertegas dengan hasil notulen acara pertemuan pembahasan aset tanah TNI AU Cikopo tanggal 22 Maret 2018," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, pihak TNI AU sudah melakukan beberapa kali mediasi dan sosialisasi terhadap 7 Kepala Keluarga (KK) yang menempati rumah milik TNI AU tersebut, "Jadi jika kita analisa mereka sudah mapan, hanya ingin menguasai tanah negara," tegasnya. 

Bahkan, lanjut Katim Aset, untuk menghilangkan status tanah kepemilikan TNI AU mereka melakukan pencabutan plang tanda pembatas milik TNI AU. “Saat ini sejumlah orang yang diduga sengaja melakukan pengrusakan dan memanfaatkan kondisi tersebut akan diproses secara hukum yang berlaku," timpalnya.

Menurutnya, saat ini Lanud Suryadarma belum berbuat apa-apa. “Tapi kenapa sudah dibesar-besarkan. Ini merupakan pencemaran nama baik," pungkasnya. (kin)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda