sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » Presiden Jokowi : Indonesia Akan Jadi Negara Besar

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menyerahkan sertipikat
Jakarta, Larast Post – Presiden Joko Widodo optmis Indonesia akan menjadi sebuah negara besar dengan ekonomi yang kuat, meski harus melalui berbagai cobaan dan tahapan.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu untuk menumbuhkan optimisme pada masyarakat, sehingga dengan optimisme masyarakat dapat menghadapi tantangan yang muncul akibat perubahan dunia.

“Pemimpin itu harus memberikan semangat pada rakyatnya meskipun tantangannya berat, walaupun tantangannya tidak gampang. Jangan malah berbicara pesimis, 2030 bubar,” ujarnya saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018, pada Sabtu (7/4/2018), di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Negara menegaskan, Indonesia akan menjadi sebuah negara besar, akan menjadi sebuah negara kuat ekonominya. Namun hal itu harus diwujudkan melalui kerja keras.

“Jangan kita ini terbiasa senengnya instan, enggak ada, lupakan itu. Enggak mungkin kita tahu-tahu loncat menjadi negara besar, enggak ada. Pasti melalui tahapan-tahapan yang panjang dan melalui cobaan-cobaan, ujian-ujian yang tidak ringan,” jelasnya.

Presiden mengakui, ada yang banyak berbicara saat ini sedang dalam masa sulit. “Memang mungkin kita susah, susah enggak apa-apa. Tapi kita melihat bahwa ada titik yang sangat terang yang kita tuju,” ungkapnya.

Selesaikan Pekerjaan Besar
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan, Bangsa Indonesia masih memiliki pekerjaan-pekerjaan besar yang harus diselesaikan satu per satu. 

Agar berbagai pekerjaan dapat berlangsung dengan baik, Presiden meminta peserta Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018 untuk bersama-sama mengawasi kualitas pembangunan infrastruktur.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. 

Tetap Berdiri Kokoh
Pada kesempatan berbeda sebelumnya, Presiden juga menyatakan, Indonesia akan tetap berdiri kokoh, jika semua anak bangsa bisa tetap bersatu.

“Bersatu menghadapi kebodohan, bersatu menghadapi kemiskinan, bersatu menghadapi keterbelakangan, bersatu untuk menjadikan negara yang kita cintai bersama ini menjadi negara maju, negara pemenang, negara yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa,” kata saat memberikan sambutan pada Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940, pada Sabtu (7/4/2018), di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Bangsa Indonesia dianugrahi oleh Tuhan hidup sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang beragam, bangsa yang berbeda-beda. “Kita memiliki 714 suku yang mendiami lebih dari 17.000 pulau dengan agama yang berbeda-beda. Kita juga mempunyai bahasa daerah lebih dari 1.100 yang beragam, berbeda, serta ekspresi seni budaya yang beraneka warna,” ujar Kepala Negara.

Presiden menegaskan, perbedaan latar belakang agama, latar belakang suku, latar belakang budaya, bukanlah penghalang untuk bersatu dan bukanlah penghalang untuk hidup rukun dalam keharmonisan. “Perbedaan juga bukan penghalang untuk hidup saling menghormati, saling membantu, saling tolong-menolong, dan membangun solidaritas sosial yang kokoh,” tegasnya.

Saat menghadiri acara tersebut Presiden Jokowi juga didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah AAGN Puspayoga, Kepala Staf Kepresidan Moeldoko, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (her, sg, ram)




«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda