sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden Terima Kunjungan Kehormatan Imam Besar Mesir

Jelang Perhelatan KTT HLC WMC di Bogor
Presiden Jokowi ketika berbincang bersama Grand Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayeb di Veranda Talk Istana Merdeka, Senin (30/4).

Jakarta, Larast Post - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Imam Besar dan Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayeb di Istana Merdeka Jakarta, Senin (30/4).

Kunjungan Imam Besar Mesir tersebut berkaitan dengan rangkaian kegiatan High Level Consultation of World Muslim's Scholars (HLC-WMC) tentang masalah Wasathiyah Islam.

“Pak Prof. Dr. Din Syamsuddin yang menginisiasi dan juga berkolaborasi baik dengan Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri,” terang Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, usai mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Imam Besar dan Grand Syekh Al-Azhar.

Pembahasan tadi, lanjut Menlu, prinsipnya adalah bagaimana pemerintah Indonesia bekerja sama untuk mensyiarkan Wasathiyah Islam.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin menyampaikan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bogor tentang Wasathiyah Islam ini akan dihadiri sekitar 100 tokoh ulama dan cendekiawan muslim.

Menlu bersama Din Syamsudin dan Menag saat memberikan keterangan pers.
“50 diantaranya dari luar negeri, mancanegara dan 50 dari dalam negeri. Kita akan membahas konsepsi Wasathiyah Islam dan bagaimana implementasinya khususnya dalam konteks tantangan dan peluang dari peradaban global dewasa ini,” ujar Din.

Bagi Indonesia, tambah Din, juga ingin menampilkan bahwa Wasathiyah Islam telah menjadi bagian dari kehidupan umat islam Indonesia.

Jika diterjemahkan, menurut Din, Wasathiyah Islam tidak sekadar moderat. Menurut Din, kalau harus diterjemahkan dalam satu dua kosakata mungkin yang agak dekat itu adalah the middle path Islam, jalan tengah Islam.

“Yang intinya yaitu wawasan keislaman yang menegakkan keseimbangan, penuh dengan toleransi, mengambil jalan tengah, cenderung menyelesaikan masalah dengan kompromi, dengan musyawarah tidak main pokoke dan tidak menjelekkan apalagi mengkafirkan pihak lain,” pungkas Din.(her, sg)     

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda