sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » Presiden Terima Kunjungan Para Ulama Se Jabar di Istana Negara

Bahas Ekonomi Umat dan Bank Wakaf Mikro
Presiden Jokowi ketika memberikan keterangan usai pertemuan bersama para ulama Jawa Barat.

Jakarta, Larast Post - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan silaturahmi para tokoh ulama dari Jawa Barat di Istana Negara, Jakarta, Selasa siang (3/4).

Pada Pertemuan tersebut diakui Presiden selain silaturahmi, juga sekaligus mendengar masukan-masukan bagi kebaikan pemerintah pusat dan daerah.

"Masukan-masukan yang disampaikan para ulama ini betul-betul sebuah masukan yang memang itu masalah di rakyat, masalah di umat. Karena beliau-beliau setiap hari mendengar keluhan-keluhan dari bawah. Kita menampung dan membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di bawah," ucap Presiden Usai pertemuan tersebut.

Pada kesempatan, Presiden bersama dengan para ulama, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh masyarakat membicarakan seputar upaya untuk memajukan pondok pesantren dan ekonomi umat. Kepala Negara juga berbicara soal Bank Wakaf Mikro sebagai kebijakan pemerintah untuk memajukan perekonomian umat, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Presiden Jokowi photo bersama para ulama Jawa Barat di depan Istana Merdeka, Jakarta.

"Tapi yang paling penting apabila ulama dan umara berjalan beriringan, insyaallah negara ini aman dan tenteram," sambungnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat, K.H. Rahmat Syafe'i, yang turut memberikan keterangan dalam kesempatan yang sama menambahkan, pihaknya juga berbicara seputar fenomena berita-berita bohong (hoaks) yang belakangan ini marak ditemui. Menurutnya, ulama memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat terkait bahaya dari penyebaran hoaks tersebut.

"Ulama mempunyai kewajiban mengingatkan bahwa berita-berita tersebut sangat menyesatkan dan harus diatasi untuk kemaslahatan," pungkas Ketua MUI tersebut.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda