sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Olah Raga

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

E-Papper

» » Program TMMD Genjot Pembangunan Daerah Terbelakang Pemda Mubar

Danrem 143/Haluoleo Kolonel Arm Dedi Nurhadiman bersama Wakil Bupati Mubar Achmad Lamani beserta jajaran ketika meninjau kesiapan TMMD 101 pada pembukaan TMMD 101 Mubar beberapa hari lalu, (4/4).

Mubar, Sultra, Larast Post - Kabupaten Muna Barat (Mubar) merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), hasil pemekaran dari Kabupaten Muna pada pertengahan tahun 2014. Ibukota Kabupaten Muna Barat terletak di Laworo, Kecamatan Sawerigadi. 

Saat ini dipimpin Bupati La Ode M. Rajiun Tumada, M.Si dan Drs. Achmad Lamani M.Pd sebagai Wakil Bupati, hasil Pemilihan umum Bupati Muna Barat 2017, yang  dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017 lalu.  

Kabupaten Muna Barat secara administratif terdiri atas 11 kecamatan definitif yang selanjutnya terdiri atas 86 unit desa dan 5 Unit Pemukiman Transimigrasi (UPT). Kecamatan-Kecamatan yang ada di Kabupaten Muna Barat; Kecamatan Lawa, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kecamatan Sawerigadi, Kecamatan Maginti, Kecamatan Barangka, Kecamatan Kusambi, Kecamatan Wadaga, Kecamatan Tiworo Tengah, Kecamatan Tiworo Utara, Kecamatan Tiworo Selatan dan Kecamatan Napano Kusambi.

Berdasarkan Sensus Ekonomi Kependudukan tahun 2010, jumlah populasi penduduk Kabupaten Muna Barat sebanyak 83.364 jiwa, dengan kepadatan penduduk mencapai 81,5 jiwa/km2.
Masyarakat Kabupaten Muna Barat merupakan masyarakat heterogen yang berpendudukkan beragam suku. 

Suku utama yang mendiami daerah ini adalah Suku Muna. Selain itu di daerah ini dihuni pula penduduk transmigran yang berasal dari Jawa, Bali dan Maluku.

Melalui Program TMMD 101 genjot pembangunan daerah tertinggal di Muna Barat.

Masyarakat Kabupaten Muna Barat sebagian besar beragama Islam dan hanya ada sebagian kecil beragama Hindu dan Kristen Protestan. Minoritas Hindu dan Kristen umumnya dapat dijumpai pada unit pemukiman transmigran.

Pendapatan daerah Kabupaten Muna Barat sangat ditunjang oleh bidang perkebunan dan pertanian yang tersebar merata hampir diseluruh wilayah daerah ini. Selain itu, di wilayah kecamatan Tiworo Kepulauan juga menyumbang pendapatan daerah dari sektor perikanan yang cukup besar.

Kabupaten Muna Barat merupakan daerah potensial untuk pengembangan agrowisata dan wisata sejarah. Pengembangan agrowisata di daerah itu ditunjang banyaknya perkebunan yang ada di wilayah kecamatan Tiworo Kepulauan.

Selain agrowisata di Kabupaten Muna Barat juga banyak tempat bersejarah untuk wisata sejarah, diantaranya adalah benteng-benteng tua di wilayah Kecamatan Tiworo Kepulauan.

Pantauan Penrem143, dalam usianya yang relatif muda, Kabupaten ini memacu pembangunan daerahnya dengan cukup pesat, terbukti banyak terobosan-trobosan baru yang dilakukan Bupati Rajiun Tumada, diantaranya membangun jalan kabupaten sepanjang 19,6 km dengan lebar 2,8 meter dan nantinya akan menjadi salah satu Icon Muna Barat. 

Khusus pembangunan jalan, Pemda Mubar menargetkan, pada 2020 semua sudah mulus teraspal, mulai dari jalan utama hingga jalan jalur alternatif yang dibuka belakangan ini.  

Suasana pembukaan TMMD 101 Mubar beberapa hari lalu.
Meski belum genap setahun menjadi bupati definitif Muna Barat (Mubar), namun buah kerjanya sudah bisa dirasakan masyarakat. Hal yang paling menonjol adalah komitmennya untuk terus menggenjot pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan.

Demikian halnya dengan sinergitas yang dilakukannya denganTNI melalui TMMD, yang sudah 2 kali dilaksanakannya di Muna Barat, La Ode Rajiun, percaya sinergitas yang dilakukannya dengan TNI dan Polri yang selama ini dilakukannya akan menggenjot pembangunan di daerah Muna Barat. 

Sebagai gambaran, pada TMMD Ke-96 TA. 2016 yang lalu, sasaran fisik yang dikerjakan ada 3 diantaranya;  pembangunan masjid Nurul Aqhsa desa Langku-langku Kecamatan Tiworo Tengah, Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Sidomakmur Kecamatan Tikep dan Pembuatan Drainase di Desa Waumere Kecamatan Tikep. 

Sedangkan pada TMMD Ke-101 TA. 2018 ini ada 18 item pembangunan fisik yang akan dikerjakan, diantaranya:  Pembuatan tambatan perahu muara Ds. Tanjung Pinang Kec. Kusambi, pembuatan pagar SDN 10 Barangka Ds. Sawerigadi Kec. Barangka, pembuatan pagar SDN 3 Tiworo Tengah, Darinase Lingk Kec. Tiworo tengah, Pelataran parkir Wakante Latugho Kec. Lawa, pagar SDN 8 Wadaga Kec. Wadaga.

Tak hanya itu, Pagar SDN 1 Lawa, Pagar SDN 7 Sawerigadi, Taman rekreasi tugu pesawat, Pos PAD Tangkumaho, Bronjong Mata Air Kaliu, Pos PAD Ds. Lindo Kec. Wadaga, Pagar Smpn 1 Tikep,  pagar smp 1 kusambi, pembuatan pagar SMPN 2 Wadaga, Pagar SDN 4 Tikep, Pagar SDN 9 Barangka dan pagar SMPN 1 Sawerigadi. Hal tersebut merupakan wujud kepercayaan yang tinggi Pemda Muna Barat terhadap TNI. (sg/Penrem143)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda