sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » TNI AU-Polri dan Pemerintah Daerah Bersinergi Dalam Menjaga Aset Negara Didesa Cikopo

Tim Aset Saat Mengevakuasi Penghuni Untuk Menaiki Krndaraan TNI AU
Subang, Larast Post - Prajurit TNI AU dari Lanud Suryadarma Kalijati, Subang, bersinergi bersama Polri dan Pemerintah Daerah bergotong royong melakukan pengosongan lahan aset negara di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, pada Senin (23/4/2018). Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Tim Aset Lanud Suryadarma Kolonel Tek Budhi Arifa Chaniago.

Berdasarkan pantauan dilapangan, sekitar pukul 13.30 Wib,  pasukan TNI AU bergerak menuju lokasi pengosongan delapan rumah diatas lahan milik TNI AU.

Hadir pula pada kesempatan itu dari jajaran TNI AD dari Kodim dan Polres Kabupaten Purwakarta serta dari jajaran Pemdes setempat dan Muspika Kecamatan Bungursari dan Satpol PP Kabupaten Purwakarta.

Tibanya dilokasi yang hendak dikosongkan, prajurit TNI AU pun sempat dihadang oleh sejumlah warga yang merupakan anak dan cucu purnawirawan yang menempati rumah diatas lahan milik TNI AU tersebut, Namun itu tak berlangsung lama setelah melaksanakan mediasi terakhir di kantor Desa Cikopo.

Maka dengan komando dari ketua tim aset parjurit yang sudah terbagi menjadi beberapa regu itu langsung bergerak cepat melakukan pengosongan rumah, mulai dari mengangkut barang-barang isi rumah, pembongkaran rumah menggunakan bantuan alat satu unit eksavator dan evakuasi warga yang menempati rumah.

Menurut Ketua Tim Aset Lanud Suryadarma Kolonel Tek Budhi Arifa Chaniago bahwa pembongkaran delapan rumah warga ini merupakan upaya kita bersama,  tidak hanya TNI AU juga TNI AD, tetapi  Polisi, Satpol PP, bahkan warga juga turut mendukung sekali dalam pengosongan lahan milik TNI AU ini yaitu, dalam rangka menjaga aset Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa adapun yang menjadi dasar TNI AU Lanud Suryadarma meminta atas pengosongan lahan dengan luas 17,9 Hektar tersebut adalah, sebagai berikut, Keputusan Kepala Staf Angkatan Perang Nomor 023/p/KSAP/50 tanggal 25 Mei 1950, sertifikat hak pakai nomor 12 tahun 1983, inventaris kekayaan negara nomor IKN 50508013, perintah lisan Pangkoopsau I Kepada Danlanud Suryadarma pada hari Senin tanggal 16 April 2018 untuk segera mengosongkan lahan di desa Cikopo dari para pemukim.

“Surat Danlanud Suryadarma Nomor B/281/2018 tanggal 19 April 2018 tentang rencana pengosongan lahan aset tanah TNI AU di Cikopo.  Dan terakhir dipertegas dengan hasil notulen acara pertemuan pembahasan aset tanah TNI AU Cikopo di Lanud Suryadarma tanggal 22 Maret 2018,”terangnya.

Lebih lanjut dikatakan,  pihak TNI AU sudah melakukan beberapa kali mediasi dan sosialisasi terhadap 7 Kepala Keluarga (KK) yang menempati rumah milik TNI AU tersebut. “Jadi saya analisa mereka sudah mapan,  hanya ingin menguasai tanah negara saja, “tegasnya.

Selanjutnya, Ketua tim aset juga mengajak,  bagi para penghuni rumah, pasca pengosongan dan pembongkaran telah disiapkan rumah susun atau mess di Lanud suryadarma .“Sambil menunggu tempat tinggal baru kami telah siapkan mereka tempat yang lebih layak di rumah susun dan mess Lanud, “terangnya.

Sementara menurut pengakuan RT setempat Aceng mengungkapkan,  dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk melarang adanya pengosongan lahan milik TNI AU,
”Dimana persoalan kepemiliikan tanah yang diminta dikosongkan, memang dasar hukumnya sudah jelas milik TNI AU. Saya juga selaku Ketua RT disini tidak bisa menahan apalagi menolak ,”ujarnya.

Sementara pengakuan salah satu warga setempat menilai,  adanya pembongkaran sejumlah rumah diatas lahan milik TNI AU tidak bisa didebat lagi. Meskipun pada saat itu, rumah ini dihuni oleh para purnawirawan yaitu mantan anggota TNI AU tetapi tidak ada kekuataan hukum yang mengikat terutama yaitu sertifikat.

“Jadi bukannya kami tidak peduli, tidak membantu tetangga kita. Tapi apa yang dilakukan TNI AU itu adalah hak nya. Apalagi rencananya tanah diatas lahan 17,9 Hektar milik TNI AU di Desa Cikopo akan dibangun hellypad dan tempat latihan militer,”pungkasnya. (Sodikin)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda