sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

Olah Raga

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Warga Labengki Kecamatan Lasolo Sambut Baik Program TMMD 2018

Kondisi rumah warga Labengki, Lasolo, Konawe Utara yang memprihatinkan, dinilai sangat tepat Program TMMD di daerah tersebut.

Konawe Utara, Sultra, Larast Post - Warga masyarakat Desa Labengki Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, tinggal dua rumah tangga dalam satu rumah yang berdindingkan Rumbia dengan ukuran luas 4x5 meter persegi.

"Kami sudah tinggali ini rumah semenjak habis menikah sampai sekarang," ungkap Mirlan kepala rumah tangga yang mendiami gubuk atap dan dinding rumbia bersama istri dan dua anak-anaknya.

Begitupula Nenek No (55) yang tinggal di gubuk berkisar 10 tahun di Desa Labengki sebelumnya pernah tinggal di Desa Tapuunggaya bersama suaminya (Mamba) 60 tahun dengan anaknya tunawicara (Hatiman) 35 tahun harus rela bergabung demi untuk menjalani kerasnya kehidupan.


Mirlan juga mengakui jika di tempatnya sangat susah untuk mendapatkan air tawar yang berada di pulau, serta hidup hanya bergantung pencaharian sehari-hari di laut untuk menangkap ikan dengan cara memukat dan memancing. "Adaji didapat sekitar 30 ribu rupiah satu hari kadang 10 ribu rupiah tergantung rezeki saja," ungkap Mirlan.

Desa Labengki tidak mempunyai pasar, cuma ada di Tinobu itupun harus menggunakan bodi kecil untuk transportasi yang menjadi akses hingga mendapatkan tempat pasar.

Selain Desa yang memiliki keindahan wisata, warga setempat sangat kesusahan untuk mendapatkan air tawar harus merelakan waktu sekitar 2 jam untuk bisa mendapatkan air tawar.

"Tempat kami mengambil air di Pasir panjang untuk masak, mandi, cuci, dengan menggunakan perahu ketinting, saya biasa pakai jerigen kecil sebanyak 20 yang ukuran 5 liter kalau pakai galon bisa 10 saja, yang bisa dimuat dan harus mengeluarkan biaya 2 liter bensin," ujar Mirlan.

Rumah yang dihuninya tersebut berdindingkan dari daun rumbia dan sudah terpaksa dipakai dinding rumbia yang sudah harus menjalani kehidupan, tetapi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan warga setempat juga sangat berterima kasih karena telah memberikan pelayanan yang baik dengan adanya Pustu di tempat mereka.

Mirlan, bersama istri Masni, Misan (6), Apria (3 ), hidup bersama keluarganya dalam satu rumah panggung yang dihuni dua rumah tangga dalam satu gubuk, jadi jumlah anggota keluarga dalam satu rumah 7 orang.

Dengan usia pernikahannya masuk 8 tahun itu, Mirlan berharap bisa mendapatkan tempat yang ideal untuk rumah tangga.

Melihat keluhan warga Desa Labengki, Bupati Konut melalui Kabag Humas menanggapi hal itu, dimana itu adalah sudah menjadi tugas pemerintah daerah untuk berusaha mensejahterakan masyarakatnya.

Terkait sulitnya air tawar yang didapat masyarakat Desa Labengki, Kabag Humas Pemda Konut mengatakan, dulu ada bantuan penyulingan air asin menjadi air tawa dari Kementerian, Aminnudin menegaskan dirinya telah mengajukan kepada Kementrian untuk bisa diperbaiki ulang.

"Dengan adanya kegiatan TMMD di daerah itu insya Allah akan segera diperbaiki, pungkasnya. (Sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda