sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Olah Raga

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Wisata

Selebrity

» » Aksi 115 Berakhir Damai, Jokowi: Indonesia Kecam Keras Keputusan AS

Nampak salah seorang peserta aksi kibarkan bendera palestina (photo atas), satu persatu rombongan aksi membubarkan diri meninggalkan Monas dan Istiqlal yang menjadi pusat aksi damai 115 (photo bawah). _photo: Fer_

Jakarta, Larast Post - Aksi damai 115 yang diikuti ratusan ribu umat Islam menuntut kemerdekaan Palestina Alquds Almusyarofah berakhir damai, di bundaran Monas (Monumen Nasional) dan sekitarnya, Jumat (11/5).

Aksi yang dimulai sejak pagi itu diawali pembacaan dzikir dan doa bersama dilanjutkan sholat Jumat berjamaah di lingkungan Monas.

Pembacaan kalimat takbir terus dikumandangkan peserta aksi dari berbagai ormas dan elemen masyarakat dari pagi hingga pukul 13.00 WIB.

Usai Sholat Jumat digelar, satu persatu rombongan peserta aksi membubarkan diri meninggalkan Monas dengan tertib.

Jokowi Kecam Keras Keputusan AS

Sementara itu di tempat terpisah, Presiden Joko Widodo kembali mengecam keras keputusan Amerika Serikat atas rencana pemindahan kedutaan besarnya ke Jerusalem. Selanjutnya, Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas isu tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan.

Hal itu ditegaskan Presiden Jokowi saat membuka Konferensi Ulama Trilateral (Afghanistan, Indonesia, dan Pakistan) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/05).

"Pertemuan trilateral ulama ini kita lakukan di tengah keprihatinan dunia, khususnya dunia Islam, terkait dengan rencana pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Jerusalem. Indonesia mengecam keras keputusan ini. Keputusan pemindahan ini melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB," ucap Presiden di awal sambutan pembukaan.

Selain mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, Kepala Negara juga meminta negara lain untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat tersebut. Sebab, langkah tersebut dinilai mengancam proses perdamaian antara Palestina dan Israel, serta kawasan.

"Pemindahan ini mengganggu proses perdamaian dan bahkan mengancam perdamaian itu sendiri. Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia," pungkas Presiden.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda