sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Giliran Korban Bantah Adanya Rekayasa Kasus Penipuan Sipoa Group

Kuasa hukum Paguyuban Pembeli Sipoa (P2S) Dian Purnama Anugerah (tengah) bersama Ketua dan Wakil ketua P2S.

Surabaya, Laras Post - Selain dari pihak kepolisian, bantahan atas tuduhan rekayasa dan turut andilnya mafia hukum dalam penanganan kasus penipuan yang membelit Sipoa Group juga datang dari pihak korban.

Bantahan ini disampaikan oleh Dian Purnama Anugerah, selaku kuasa Hukum Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa (P2S) Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya dihadapan awak media, Rabu (23/5).

"Kami perlu tegaskan bahwa (keterlibatan mafia hukum) itu tidak benar, laporan yang kami buat ini murni karena kami merasa ditipu lantaran proyek Sipoa hingga waktu yang ditentukan tidak terealisasi," tuturnya.

P2S mengaku telah mendata sejumlah proyek yang dikerjakan oleh Sipoa Group, dan dari 25 proyek tersebut hampir keseluruhan tidak pernah terealisasi.

"Memang benar, bahwa dari 25 proyek itu tidak ada yang terealisasi, hanya satu yang terealisasi yakni proyek yang ada di Tambak Oso yakni Royal Mutiara Residence," lanjutnya.

Proyek Royal Mutiara Residence itupun menurutnya, baru dilakukan pembangunan oleh Sipoa Group setelah para nasabah menggelar demo guna mendesak pembangunan.

"Jadi tidak benar jika kami lapor itu diorganisir oleh mafia tanah atau bapak Kapolda, justru sebaliknya kami sangat mengapresiasi bapak Kapolda dan Direskrimum yang telah serius menangani kasus ini," katanya.

Sebelum P2S sepakat melaporkan Sipoa Group ke Polda Jatim, kata Dian, pihaknya telah berupaya melakukan musyawarah bersama manajemen PT Sipoa Group. Itu dilakukan sejak bulan November 2017 lalu, namun, tidak ada titik temu.

Buntunya musyawarah tersebut, disampaikannya akibat tawaran manajemen PT Sipoa Group mengganti sebagian dana nasabah yang telah disetor, dilakukan dalam waktu yang tidak menentu, "Ini adalah bentuk itikad yang kurang baik dari Sipoa Group," pungkasnya.

Ia kembali menegaskan dukungan kepada aparat penegak hukum untuk terus mengusut tuntas kasus yang telah memakan korban lebih dari seribu orang tersebut hingga diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas penipuan proyek PT Sipoa Group.(Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda