sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » Kabupaten Bogor Terima Penghargaan Smart City Readiness

Menteri Parawisata Arif Yahya menyerahkan piagam kepada Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Bogor Sarifah Sofiyah
Bogor, Larast Post - Pemerintah Kabupaten Bogor mendapat penghargaan Smart City Readiness, pada The 3rd Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018. 

Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor, melalui siaran pers, pada Minggu (6/4/2018) menyebutkan, penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Parawisata Arif Yahya didampingin Chairman Citiasia Inc Cahyana Ahmadjayadi kepada Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Bogor Sarifah Sofiyah di Gedung Nusatara 2 Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tanggerang.

Cahyana Ahmadjayadi selaku Chairman Citiasia Inc mengungkapkan, ISNA 2018 merupakan kali ketiga. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Citiasia Inc. Sejak pertama kali ISNA diselenggarakan di tahun 2015, kegiatan ini berangkat dari semangat mengkampanyekan praktik pintar (smart) dalam pelaksanaan proses pembangunan di Indonesia, khususnya di tingkat kota, kabupaten dan provinsi mulai dari sisi tata kelola, citra daerah, dampak pembangunan ekonomi, kelayakan hidup, masyarakat yang cerdas, hingga pengelolaan aspek lingkungan hidup yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia.

“Kegiatan ini sebagai sebuah penghargaan yang diberikan kepada daerah-daerah dengan pencapaian terbaik dalam pelaksanaan smart city / smart region sesuai framework yang dikembangkan oleh Citiasia Inc., ISNA 2018 dilaksanakan dengan melalui beberapa tahapan, yaitu proses penilaian indeks dan penjurian oleh para pakar di bidang smart city di Indonesia,” terang Cahyana.

Ia menambahkan, smart city menjadi jawaban masalah perkotaan yang semakin kompleks dengan dukungan teknologi dan informasi. Dalam buku New Indonesia smart city menuju smart nation dirinya sudah menjabarkan enam dimensi smart city. Semua merupakan hasil dari pertemuan negara ASEAN di Istana Singapura terkait inisiasi ASEAN Smart City Network. Di mana masing-masing negara yang hadir dalam pertemuan sepakat memilih tiga kota sebagai percontohan.

“Praktik Smart dikampanyekan khususnya di tingkat kota, kabupaten dan provinsi mulai dari sisi tata kelola, citra daerah, dampak pembangunan ekonomi, kelayakan hidup, masyarakat yang cerdas, hingga pengelolaan aspek lingkungan hidup yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia,” ungkapnya.

Selanjutnya Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah usai menerima penghargaan mengaku bangga dengan prestasi Pemerintah Kabupaten Bogor. Penghargaan ini menurutnya adalah sebuah capaian sekaligus pemicu dalam mewujudkan kabupaten termaju di Indonesia terutama dengan pendekatan konsep smart city.

“Smart city menjadi jawaban masalah perkotaan yang semakin kompleks dengan dukungan teknologi dan informasi. Alhamdulillah kita berhasil menempati urutan kedua kategori Smart City Readiness. Ini semua hasil kerja bersama pemerintah dengan para stakeholder dan atas partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Mudah-mudahan ini menjadi semangat agar kita bisa bekerja lebih baik lagi,” harap Sarifah.

Penilaian Indeks
Penghargaan Smart City Readiness adalah penghargaan kepada pemerintah daerah yang sudah atau siap mengimplementasikan Smart City. Dalam proses penilaian indeks, ISNA 2018 diukur dengan menggunakan berbagai parameter pengukuran yang berasal dari data capaian pembangunan kota, kabupaten dan provinsi di Indonesia sejak tahun 2014 hingga tahun 2017. Juga melibatkan data hasil investigasi terhadap exposure seluruh daerah di lebih dari 260.000 artikel pemberitaan yang terdapat di lebih dari 30 media cetak dan elektronik nasional yang dimulai dari bulan Januari 2017 hingga Desember 2017.

Sementara itu, ISNA 2018 yang merupakan ajang pemberian apresiasi dan penghargaan kepada kepala daerah terbaik dalam pelaksanaan praktik smart city dan smart region yang diinisiasi oleh Citiasia Inc. pada tahun ini mengambil tema “Creating  Competitive And Sustainable Cities For Tourism, Trade & Investment”. Proses penjurian dilakukan melalui rapat dewan juri yang dilaksanakan pada tanggal 26 April 2018 di Jakarta. Dalam sidang dewan juri tersebut, disepakati sebuah transformasi dalam ISNA 2018. 

Transformasi tersebut terutama dalam hal kategori penerima penghargaan yang pada tahun sebelumnya diberikan kepada pemerintah daerah tingkat kota, kabupaten dan provinsi yang dibagi ke dalam 3 kategori daerah, yaitu besar, sedang dan kecil berdasarkan populasi penduduk. Pada tahun 2018, kategori penerima penghargaan diberikan berdasarkan kinerja pada dimensi smart city dan kesiapan smart city (smart city readiness).

Sehingga penerima penghargaan ISNA 2018 merupakan daerah-daerah dengan peringkat terbaik pada 7 kategori penghargaan, yaitu Smart Readiness, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment dimana masing-masing terdiri dari 3 daerah nominasi. (tim)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda