sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Pangdam V Brawijaya Secara Resmi Menutup TMMD 101 Nganjuk

Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, didampingi Bupati Nganjuk, Kapolres Nganjuk saat menghadiri penutupan TMMD ke 101 Kabupaten Nganjuk, Kamis (3/5).

Nganjuk, Larast Post - Panglima Kodam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Arif Rahman menutup secara resmi TMMD ke 101 Nganjuk di Lapangan Desa Ngluyu Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (03/5.

Pada kesempatan itu Panglima Kodam (Pangdam) Brawijaya Mayjen TNi Arif Rahman mengatakan, melalui proses penyempurnaan TMMD terbukti bermanfaat bagi masyarakat. Program yang awalnya bernama ABRI Masuk Desa (AMD) ini merupakan bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat

Program TMMD ke- 101 tahun 2018 di Kabupaten Nganjuk bertemakan "TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa”

”Kurang lebih 39 tahun program ini berjalan hasilnya semakin bisa dirasakan masyarakat terutama yang wilayahnya tertinggal,” ucap Pangdam Brawijaya saat memberikan sambutan pada upacara Penutupan TMMD 101 Nganjuk, Kamis (3/5).

Pada rangkaian penutupan TMMD itu digelar jgua Bakti sosial yang dihadiri ribuan warga Nganjuk. Mereka juga berkesempatan mengikuti upacara penutupan TMMD yang dipimpin langsung Mayjen TNI Arif Rahman. 

Untuk baksos kesehatan, TNI menggandeng Dinas Kesehatan serta Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP), terutama dalam penyediaan sumber daya layanan kesehatan. Adapun, kegiatan baksos diantaranya adalah pengobatan masal, sunatan masal, serta pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Sejak dimulai pada 3 April 2018 lalu, program sosial TNI tersebut mendapatkan respon positif di kalangan masyarakat, terutama di Dusun Gurid Desa Lengkong Lor Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk, dalam pelaksanaan kegiatan itu.

Saat ini perkembangan pelaksanaan TMMD dengan sasaran fisik telah mencapai persentase yang cukup tinggi, diantaranya membuka jalan sepanajang 5.200 Meter, 10 RTLH, 1 Rehab TK,  1 Muholla, pembuatan Sumber air dan MCK serta banyak kegiatan Fisik lainya serta Nonfisik dengan mencapai hasil 100 persen.

Sementara untuk sasaran non fisik yang sudah dilaksanakan diantaranya penyuluhan bahaya terorisme, Penyuluhan hukum, Penyuluhan narkoba, KB Kes, wasbang, kesehatan lingkungan, pertanian, pelestarian hutan dan bencana alam. Kegiatan ini bekerjasama antara TNI, Polri dan instansi terkait di wilayah  Nganjuk.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dan Komando Distrik Militer (Kodim 0810/Nganjuk, bekerja sama membangun infrastruktur dan fasilitas umum di daerah terpencil yang dibutuhkan masyarakat.

TMMD merupakan lanjutan Program ABRI masuk desa yang dimulai sejak tahun 1980. TMMD ini merupakan program lintas sektoral dengan sasaran daerah terpencil atau daerah yang wilayahnya belum maju.

Desa Lengkong Lor  dipilih karena merupakan daerah terisolir dan sarana prasarananya masih minim, utamanya pada infrastruktur jalan. Oleh karena itu pembangunan akses jalan diprioritaskan.

Di desa terpencil tersebut, tidak hanya dibangun infrastruktur jalan desa, tetapi juga akan dibangun infrastruktur lainnya seperti pos kamling, jaringan irigasi serta fasilitas umum lainnya yang dibutuhkan masyarakat setempat.(egi, sg/pendim 0810)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda