sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Pesawat Tempur F-16 Milik TNI AU Paksa Turun Pesawat Asing

Para pelaku diamankan Tim Keamanan POM AU
Natuna, Larast Post – Pesawat Tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara memaksa turun sebuah pesawat angkut asing jenis Boeing 737 yang memasuki wilayah udara yuridiksi nasional Indonesia secara ilegal tepatnya di atas perairan Natuna, Kepulauan Riau. 

Pesawat asing tersebut berhasil dipaksa turun dan mendarat di Lanud Raden Sadjad, pada Rabu (2/5/2018). Tim keamanan dari Polisi Militer  (POM) Angkatan Udara kemudian memeriksa isi pesawat dan memerintahkan penumpangnya untuk turun dan diperiksa kemudian diserahkan ke pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Kejadian tersebut berawal dari Satuan Radar 213 Tanjung Pinang  dan 212 Ranai mendeteksi benda asing bergerak diduga pesawat memasuki wilayah kedaulatan udara Yurisdiksi nasional Indonesia tepatnya di atas perairan Natuna secara illegal. 

Selanjutnya meneruskan informasi benda mencurigakan  kepada satuan atas dalam hal ini ke Pangkosekhanudnas I yang berkedudukan di Halim Perdanakusuma Jakarta.

Kemudian Pangkosekhanudnas I memerintahkan staf Kosekhanudnas I  untuk melakukan identifikasi terhadap benda asing tersebut.  Setelah dilakukan identifikasi maka  diketahui bahwa benda asing tersebut adalah pesawat angkut jenis Boeing 737.  

Selanjutnya Pangkosekhanudnas I menggerakan pesawat tempur F-16 untuk melakukan intersepsi, identifikasi, membayang-bayangi dan force down (memakasa mendarat) di Lanud Raden Sadjat.

Demikian sepenggal skenario Latihan Perkasa A Tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Kohanudnas di Lanud Raden Sadjad, Natuna dalam rangka menguji kesiapan personel maupun alutsista menghadapi ancaman yang datang lewat udara terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Repbulik Indonesia. Latihan ini berlangsung selama lima hari mulai tanggal 30 April sampai 4 Mei 2018. (sg)




«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda