sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » PNS Jadi Istri Teroris Dapat Sanksi

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Jakarta, Larast Post – Aparatus Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama akan mendapat sanksi tegas, jika terbukti melanggar sumpah dan melanggar regulasi, khususnya Undang-Undang ASN.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya akan tegas memberikan sanksi kepada ASN, ketika bisa dibuktikan ASN yang bersangkutan melanggar hukum, melanggar sumpahnya, melanggar seluruh regulasi aturan khususnya Undang-Undang ASN.

Menag menegaskan hal itu, terkait dengan seorang ASN di Kemenag yang memiliki suami, salah seorang gembong teroris.

Lukman Hakim Saifuddin mengakui, Budi Satrio (48), salah satu gembong teroris yang ditembak mati Detasemen Khusus (Densus) 88 di Sidoarjo, pada Senin (14/5/2018), memiliki istri yang berprofesi sebagai ASN di Kemenag.

“Memang betul yang bersangkutan adalah istri dari terduga teroris itu,” ujar Menag kepada wartawan, pada Selasa (15/8/2018) di Kantor Presiden, Jakarta.

Lebih lanjut Lukman menyebutkan, pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak penegak hokum. “Kami sedang melakukan komunikasi terus dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Menurutnya, hal ini menjadi pelajaran bagi Kemenag untuk lebih ketat, lebih meningkatkan kewaspadaan bahwa seluruh ASN dan keluarganya harusnya betul-betul sesuai dengan sumpah dan janji ketika dilantik dan mentaati Undang-Undang ASN.

Kemenag, lanjut Lukman, memiliki satuan kerja (Satker) yang terbanyak di antara Kementerian/Lembaga (K/L) yang ada. Ia menjelaskan, tidak kurang dari 220.000 jumlah ASN yang ada di Kementerian Agama.

“Dengan banyaknya ASN tentu kemampuan Kemenag untuk betul-betul bisa mengetahui berbagai aktivitas setiap ASN terbatas. Kita tidak tahu di luar kantor ASN kita melakukan apa saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki secara terpisah menjelaskan istri Budi Satrio merupakan PNS Kemenag yang bertugas sebagai staf Tata Usaha Kepegawaian Kota Surabaya sejak 2003.

Seperti diberitakan, terduga teroris Budi Satrio (48) tewas saat digerebek Densus 88 di kediamannya Puri Maharani, Sukodono, Malang, Jawa Timur (Jatim), pada Senin (14/5/2018).

Aparat, dari kediaman Budi Satrio, menangkap 5 terduga teroris dan mengamankan sejumlah bom aktif yang disimpan di rumah tersebut. (her, sg).



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda