sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Polda Jatim Gelar Istigosah dan Doa Bersama Untuk Jatim Damai

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Mahfud Arifin beserta para Pimpinan di Jatim melakukan tanda tangan #KamiTidakTakutTeror.

Surabaya, Larast Post - Kepolisian Jawa Timur menggelar istighosah dan doa bersama untuk Jatim damai di halaman Mapolda, dihadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Forkopimda, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Mahfud Arifin, Waka Polda Jatim Brijen Pol Widodo Eko Prihastopo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Polres Jajaran Polda Jatim, para Ulama dan umat muslim Jawa Timur, Minggu (13/5).

Kegiatan ini juga dihadiri lebih dari puluhan ribu umat Islam, berasal dari berbagai daerah yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

Sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap, dibantu sebagian anggota TNI dan Banser NU turut mengamankan lokasi acara, disebar di sejumlah akses menuju lokasi dan pintu pemeriksaan sebelum memasuki lapangan Mapolda Jatim.

Kapolda Jatim Irjen (Pol) Machfud Arifin mengatakan, istighosah ini bekerjasama dengan PWNU Jatim, yang diikuti juga prajurit TNI Kodam V Brawijaya, dan dipimpin oleh 10 kyai kharismatik. 

"Seharusnya yang mimpin doa hari ini termasuk kyai sepuh kita, KH Sholeh Qosim, tapi beliau sudah dipanggil kamis malam Jumat kemarin," ujar Kapolda. 

Istighosah ini dalam rangka mendoakan Pilkada Damai sekaligus memberikan penghormatan terhadap lima anggota polisi yang gugur dalam tugas, di Mako Brimob beberapa waktu lalu. 

"Kita gak habis fikir, apa yang ada dibenak sekelompok orang orang yang berfahaman beda, negeri apa yang dia impikan untuk membangun kondisi Indonesia yang aman ini," katanya. 

Kapolda mengaku, Polri berduka atas insiden tersebut. Dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama sama memberantas aksi aksi terorisme. "Polri berduka, tapi kita semua tidak takut dengan teroris," tegasnya. 

Selain itu, tahlil ini juga memberikan doa kepada kyai sepuh asal Sidoarjo - KH. Sholeh Qosim yang wafat beberapa hari lalu. Tidak hanya Jatim yang merasa kehilangan, tetapi seluruh maayarakat juga merasa kehilangan. 

"Kita juga di Jawa Timur kehilangan tokoh besar, Ulama besar, kita kehilangan, yang seharusnya memimpin doa hari ini," tambahnya. 

Doa bersama ini, juga sebagai bentuk ikhtiar kepolisian dalam mengawal beberapa agenda penting, seperti Ramadhan, pengamanan arus mudik balik lebaran, serta pengamanan Pilkada serentak. 

"Ikhtiar sudah kita lakukan semuanya, kesiapan pengamanan kita tinggal berdoa saja kepada yang Maha Kuasa. Mudah mudahan betul betul diridhoi, kita mendapat kedamaian," pungkasnya.

Setelah itu, mereka juga diminta menandatangani banner putih panjang yang tertera kalimat bertuliskan #KamiTidakTakutTeror dan #DukaKami UntukPahlawan sebagai dukungan dan simpati terhadap tragedi tersebut.(Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda