sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden Jokowi Resmikan Ekspor Direct Call Gunakan Kapal Besar

Presiden Jokowi didampingi sejumlah Mentri dan Dirut PT Pelindo II saat menekan tombol tanda peresmian pelepasan ekspor komoditi gunakan kapal besar direct call, di Pelabuhan PT Jakarta Internasional Container Terminal, Tanjung Priok Jakarta, Selasa (15/5) petang. 

Ekspor Diract Call Sangat Efisien Diharapkan Dapat Meningkatkan Nilai Ekspor Indonesia ke Mancanegara
Jakarta, Larast Post - Presiden Jokowi meresmikan pelepasan ekspor Indonesia dengan menggunakan kapal besar (Direct Call) di Pelabuhan IPC Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/5) petang.

Kapal kontainer ukuran raksasa itu mengangkut berbagai komoditas ke mancanegara dari pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) / IPC. Kapal besar yang beernama CMA CGM itu melayani rute langsung dari pelabuhan Jakarta menuju tujuan akhir Pelabuhan Barat Amerika Serikat, Los Angeles. 

Kapal CMA CGM yang berlabuh pada Minggu (13/5) ini memilki kapasitas sekitar 10.000 TEUs, dengan bobot 95.263 GT (Gross Tonnage). Kapal yang memiliki ukuran panjang 300 meter ini merupakan salah satu dari kapal raksasa yang kini secara rutin berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Presiden Jokowi mengatakan, bahwa dengan ekspor kapal besar ini Indonesia ingin tunjukkan bahwa Ekonomi Indonesia tetap berjalan dengan baik, ekonomi Indonesia tetap tangguh dan terus bergerak.

"Tujuan ekspor kali ini Amerika Serikat dengan kapal besar berkapasitas 10.000 TEUs kita mengisi 4.300 TEUs, artinya pengiriman ini besar sekali," ucap Jokowi.

Jokowi menyebutkan, bahwa ekspor Direct Call itu dilakukan dengan sangat efisien dan akan menurunkan biaya logistik yang besar. "Tadi menurut Dirut Pelindo bahwa setiap container menghemat 300 USD, ini akan memberikan daya saing produk produk kita dengan produk produk dari negara lain," kata Presiden. 

Presiden menyebutkan, bahwa komoditi yang dikirim kali ini Produk produk alas kaki, garment, elektronik dan banyak lagi yang lain. "Bukan bahan mentah tetapi sudah produksi, produk produk industri yang kita harapkan dapat meningkatkan ekspor kita," harap Presiden.

Presiden Jokowi photo bersama sejumlah Menteri dan Chief Executive Officer CMA CGM Farid Belbouab.

Presiden juga mengatakan bahwa Ekpor ke Amerikat Serikat pada sore itu penanda bahwa Indonesia memiliki peran sangat strategis dalam bio ekonomi di Indo - Pasifik. "Dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus bergerak untuk menjadikan kawasan Indo-Pasifik sebagai salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi pusat perdagangan dan industri dunia," terang Presiden. 

Presiden juga menyebut bahwa ekspor dengan kapal besar tersebut akan terus ditingkatkan. "Dan di saat yang bersamaan ekspor seperti sekarang akan terus kita tingkatkan, hingga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkas Presiden.

Hadir pada kesempatan itu Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendag Enggartiasto Lukita, Menhub Budi Karya Sumadi, Dirut PT Pelindo Elvyn G Masassya dan Chief Executive Officer CMA CGM Farid Belbouab.

Semantara itu, Dirut IPC Elvyn G Masassya mengatakan Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi poros maritim dunia. "Keberadaan kapal kapal besar di dunia ini menunjukkan bahwa IPC siap mengelola pelabuhan bongkar muat terbesar di Indonesia," ucap Elvyn. (her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda