sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Presiden Jokowi Sambut Hangat Kunjungan Kenegaraan Sultan Brunei

Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
Presiden Jokowi bersama Sultan Brunei saat menanam pohon perdamaian secara bersama, di Istana Bogor, Kamis (3/5) pagi.

Bogor, Larast Post - Presiden Joko Widodo menyambut hangat kunjungan kenegaraan Sultan Brunei Darussalam, H.M. Sultan Haji Hassanal Bolkiah beserta H.M. Duli Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (3/5).

Pada pertemuan kedua Kepala Negara itu,
Indonesia dan Brunei berkomitmen untuk berupaya meningkatkan perdagangan di antara kedua negara di masa mendatang. 

Presiden Jokowi ketika memberikan pengantarnya dalam pertemuan bilateral, menyebut bahwa kerja sama antara kedua negara selama ini telah terjalin dengan baik. Ia dengan penuh sukacita juga menyambut kunjungan Sultan Brunei ke Indonesia.

"Selamat datang Sri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah dan seluruh delegasi dari Brunei Darussalam di Istana Bogor. Sebuah kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan Sri Baginda ke Indonesia," ucap Presiden.

Kunjungan kenegaraan Sultan Brunei disambut upacara militer kenegaraan.

Sultan Brunei Darussalam sendiri kemudian mengungkapkan bahwa lawatannya kali ini merupakan kunjungan balasan atas kehadiran Presiden Joko Widodo dalam Perayaan 50 Tahun Sultan Hassanal Bolkiah Bertahta pada Oktober tahun 2017 lalu. Ia berharap dengan kunjungan ini kedua negara dapat terus mempererat persahabatannya.

"Saya percaya pertukaran lawatan ini mencerminkan semangat setia kawan yang erat serta kepahaman yang sekian lama terjalin di antara kedua buah negara," ucap Sultan dalam kesempatan yang sama.

Tanam Pohon Symbol Perdamaian Secara 
Usai digelar proses penyambutan kenegaraan secara militer Presiden Jokowi mengajak Sultan Bolkiah menuju halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor. Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan Duli Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha bersiap untuk menjalani acara pendamping tamu negara.

Selanjutnya, Presiden mengajak Sultan Bolkiah untuk melakukan penanaman pohon bersama. Dalam kegiatan ini, kedua kepala negara menanam pohon dengan nama latin _Barringtonia asiatica_ atau yang dikenal dengan pohon keben.

Di Indonesia, pohon keben ini memperoleh predikat sebagai pohon perdamaian sejak tahun 1986 silam. Penanaman pohon tersebut oleh kedua kepala negara menandakan semangat untuk terus menjaga perdamaian di antara kedua negara dan di dunia.

Rangkaian kenegaraan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan tête-à-tête antara Presiden Joko Widodo dan Sultan Bolkiah serta pertemuan bilateral yang diikuti oleh delegasi masing-masing negara.

Setelah itu, pertemuan kedua kepala negara diakhiri dengan jamuan makan siang kenegaraan yang juga dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan Duli Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha.

Disepakati Sejumlah Kerjasama
Sementara, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, mengatakan bahwa kedua negara membahas soal kerja sama perdagangan. Dirinya menyebut bahwa perdagangan kedua negara memang mengalami penurunan dalam hal nilai perdagangan. Namun, penurunan tersebut tidak terkait dengan volume perdagangan.

"Perdagangan antara Indonesia dan Brunei memang mengalami penurunan, tapi penurunan ini tidak terkait dengan volume perdagangan, melainkan dengan nilai perdagangan karena turunnya harga minyak. Brunei sebelumnya banyak mengekspor minyak ke Indonesia. Dengan harga minyak yang turun, otomatis nilai dari perdagangan itu menjadi menurun," jelas Menlu usai memberikan keterangan kepada awak media.

Untuk itu, kedua pemimpin negara berkomitmen meningkatkan perdagangan dengan cara antara lain menggali potensi-potensi kerja sama, perdagangan, dan investasi yang dapat dilakukan oleh kedua negara.

"Tadi kedua pemimpin menyampaikan, untuk bidang investasi misalnya, yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan antara lain di bidang perikanan, pertanian, perkapalan, dan pelabuhan," imbuhnya.

Brunei Darussalam juga tertarik untuk melakukan investasi dalam pengembangan “10 New Bali". 

Potensi kerjasama yang lain yang terus ditingkatkan tentang penjualan produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Indonesia. Retno mengatakan bahwa Brunei tertarik dengan kendaraan armoured personnel carrier dan persenjataan. 

"Oleh karena itu nanti di Mabes (Markas Besar TNI) ada beberapa pameran yang akan ditinjau oleh Sultan dan Presiden dari PT Pindad, PT DI, dan PT PAL Indonesia," ucapnya.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda