sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Presiden: Pembangunan Karakter Kebangsaan Bentengi Masyarakat Terhadap Pengaruh Negatif

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penutupan Pengkajian Ramadhan yang dihelat PP Muhammadiyah di Universitas Uhamka, Kp. Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (29/5).

Jakarta, Larast Post - Presiden Joko Widodo menghadiri Penutupan Pengkajian Ramadhan 1439 yang dihelat PP Muhammadiyah di Universitas Prof. Uhamka, Kp. Rambutan, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Selasa (29/5). 

Pada kesempatan itu Presiden yang mengenakan batik lengan Panjang serta peci hitam itu, Kehadirannya langsung disambut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Presiden Jokowi menekankan bahwa pembangunan karakter kebangsaan dapat membentengi masyarakat dari pengaruh negatif perkembangan teknologi dan persaingan industri modern.

"Saya kira nilai-nilai yang kita miliki, nilai-nilai agama, nilai-nilai budaya, norma-norma yang kita miliki itulah yang akan membentengi masuknya nilai-nilai dari luar. Tanpa itu, saya kira di era yang tanpa batas seperti ini akan sulit," ucap Presiden usai menghadiri Peresmian Penutupan Pengkajian Ramadhan 1439 H PP Muhammadiyah Tahun 2018 di Kampus Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Ciracas, Jakarta Timur tersebut

Menurut Presiden, pembangunan karakter bangsa sangat diperlukan seiring kemajuan zaman. 

Jokowi menyebutkan sejumlah organisasi masyarakat memiliki peran besar dalam mengembangkan karakter kebangsaan di masyarakat.

Presiden Jokowi bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

"Saya melihat Muhammadiyah, NU dan ormas-ormas yang lain sangat berperan terutama di pondok pesantren, sangat berperan sekali dalam membangun karakter, membangun nilai-nilai peradaban, nilai-nilai ke-Indonesiaan, nilai-nilai keagamaan, nilai- nilai budaya yang sudah kita miliki selama ini," ujar Jokowi.

Dalam sambutannya, Presiden pun mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi membangun bangsa dengan kebaikan dalam memperingati perayaan kemerdekaan RI Ke-73.

Acara Pengkajian Ramadhan 1439 Hijriah yang digelar ini diikuti 600 peserta. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada acara tersebut juga hadir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Koordinator Staf Khusus Teten Masduki, serta Staf Khusus Bidang Keagamaan Urusan Pondok Pesantren Abdul Ghofar Rozin.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda