sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » PT Adiperkasa Terminal Dinamika Kembali Somasi PT BMI

Papan nama PT BMI (Foto:ilustrasi)
Jakarta, Larast Post – Kuasa Hukum PT Adiperkasa Terminal Dinamika, Krisye Nathalia, SH dari Kantor Hukum Wira Yustitia, kembali melayangkan somasi untuk ketiga kalinya, kepada Direksi PT Bakrie Metal Industries (PT BMI).

Dalam surat somasi terakhir, tanggal 22 Mei 2018 itu, Krisye Nathalia, SH diantaranya menyampaikan, pihaknya telah meminta secara tegas kepada PT. BMI untuk segera mengembalikan uang Klien yang berasal dari sisa material yang telah dialihkan PT.  BMI kepada  pihak lain secara melawan hukum, sebesar  Rp.6.497.840.000,•  (enam milyar empat ratus sembilan puluh tujuh juta delapan  ratus empat  puluh ribu Rupiah), secara tunal dan sekaligus.

“Akan tetapi sampai batas waktu yang ditentukan PT. BMI tetap tidak  ada itikad  baik untuk menyelesalkannya,” lanjut Krisye Nathalia, SH dalam surat peringatan kerasnya.

Ia juga menyebutkan, Kliennya tidak pemah menyetujui jadwal  pembayaran atau angsuran atas kewajiban PT. BMI tersebut,  sebagaimana yang telah disampaikan oleh PT. BMI dalam pertemuan pada Senin (23/4/2018). 

“Bahkan kami telah menyampaikan  kepada PT. BMI secara tegas bahwa jadwal pembayaran  tersebut, sangat jauh dart yang diharapkan  oleh  Klien kami,  sehingga Kllen kami tidak dapat menyetujuinya,  mengingat Klien  kami telah sangat dirugikan  oleh  PT BMI,” ungkap Krisye Nathalia, SH.

Krisye Nathalia, SH menegaskan, atas  permasalahan   hukum  tersebut,  pihaknya  telah  menindaklanjutinya   secara  hukum dengan melaporkan PT. BMI kepada Kepolisian Polda Metro Jaya, pada tanggal 17  Mei 2018,  atas dugaan tindak pidana penlpuan dan/atau penggelapan (ex.  Pasal  378 dan/atau  Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), sebagaimana Tanda Buktl Lapor, Nomor TBU2691 N/2018/PMJ/Dit. Reskrimum, tertanggal 17 Mei 2017. 

Namun, lanjut Krisye Nathalia, SH, secara tlba-tiba, tanpa persetujuan dan konfirmasl dari  Kliennya, pada tanggal 21  Mei 2018  PT. BMI telah mengirimkan uang (melalui transfer e-banking) sebesar Rp.150.000.000,-   (seratus lima  puluh  juta  Rupiah)  ke  Rekenlng  milik  Kliennya  di Bank BCA dengan  Nomor Rekening 4013018874 atas nama PT. Arnperkasa Terminal Dinamika.

“Perlu  kami sampaikan,  apabila PT. BMI  bermaksud  untuk  menyelesaikan  kewajlbannya tersebut kepada  Klien  kaml,  maka  seharusnya   jumlah  uang  yang  ditransfer oleh  PT.  BMI  kepada  Klien kaml,  sebesar enam  milyar  empat   ratus  sembilan   puluh  tujuh juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah,  bukan sebesar seratus  lima puluh  juta  rupiah. Oleh karenanya Klien kami menolak secara tegas dan telah mengembalikannya kepada PT. BMI pada tanggal  22 Mei 2018,” tuturnya.

Disamplng itu, ungkap Krisye Nathalia, SH, perlu diketahui, meskipun pihaknya telah menempuh upaya hukum secara  pidana, akan  tetapl tidak  tertutup  kemungklnan, pihanya juga,  akan  menempuh upaya hukum secara perdata, termasuk akan mengajukan permohonan Pailit terhadap PT. BMI. “Mengingat saat inl selain Klien kami, juga terdapat beberapa Kreditur PT.  BMI yang memiliki tagihan yang telah jatuh tempo dan belum diselesalkan oleh PT. BMI,” jelas Krisye Nathalia, SH.

Lebih lanjut Krisye Nathalia, SH menyatakan, berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Kliennya menolak secara tegas pembayaran (cicilan)  yang telah dilakukan oleh PT. BMI sebesar Rp.150 juta.

“Klien kami juga menegur PT. BMI untuk segera mengemballkan uang mllik Klien kami, atas slsa material yang telah dialihkan PT. BMI kepada pihak lain secara  melawan hukum, sebesar enam milyar empat ratus sembilan puluh tujuh juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah, secara tunai dan sekaligus,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari Direksi PT BMI. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda