sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Seskab: Terorisme Bisa Datang Dari Siapa Saja

Seskab Pramono Anung saat diwawancara wartawan
Jakarta, Larast Post – Tindak terorisme yang terjadi akhir akhir ini, menunjukan  terorisme bisa datang dari berbagai kalangan, bukan hanya kalangan miskin dan tidak berpendidikan, tapi juga bisa dari kelas menengah, orang kaya serta berpendidikan.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, bom bunuh diri di Surabaya, pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018), yang melibatkan  keluarga (ayah, ibu, dan anak-anak) menjadi pelajaran berharga.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa terorisme itu bisa datang dari siapa saja. Bukan lagi orang miskin, tidak berpendidikan, tapi juga orang kelas menengah, orang kaya, berpendidikan,” kata Seskab, pada Selasa (15/5/2018) pagi, di ruang kerja, Gedung III Kemensetneg, Jakarta.

Menurut Sekab, jika dulu terorisme tidak melibatkan anak maupun wanita, tetapi akibat brainwash (cuci otak) ataupun kesalahan mereka menangkap paham-paham yang salah, sehingga mereka kemudian menjadi keluarga teroris.

Lebih lanjut Seskab Pramono Anung menunjuk, aksi teroris di Surabaya, yang dilakukan oleh 2  keluarga, memiliki latar belakang keluarga yang cukup mapan dan juga dari keluarga yang harmonis.

“Ancaman terorisme bisa datang dari mana saja, dan  ini harus menjadi kewaspadaan kita,” tegasnya.
Terkait pelibatan anak-anak dalam kasus terorisme, Seskab Pramono Anung mengatakan, sudah waktunya pemerintah melakukan program  deradikalisasi sejak usia dini. “Paham ini ternyata juga masuk dari anak-anak tingkat SD,” ujar Seskab.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pada Senin (14/5/2018) di Surabaya, dalam keterangan persnya mengatakan, dalam serangan bom bunuh diri yang terjadi di 3 (tiga) gereja di Surabaya, Rusunawa Sidoarjo dan Kantor Polres Surabaya, pelaku melibatkan istri dan anak-anaknya.

Untuk 3 (tiga) gereja di Surabaya, pelaku berasal dari 1 (satu) keluarga, yaitu Dito Oepriarto (ayah) di Gereja Pantekosta Surabaya, Puji Kuswati (ibu) dengan FS dan FR (anak) di GKI Diponegoro, dan Yusuf Fadil dan FH (anak) di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Sedang bom di Rusunawa Sidoarjo melibatkan Anton Ferdiantono (ayah), Puspita Sari (Ibu), dan HAR, AR, FP, dan GHA (anak). Bom di kantor Polres Surabaya melibatkan Tri Murtiono (ayah), Tri Ermawati (ibu), AAP, MDS, dan MDAM (anak). (her, sg)



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda