sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Sosialisasi Redesain USO Menyatukan Bangsa

Direktur Infrastruktur BP3TI Dhia Anugrah Febriansyah, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Mayjen TNI (P) H. Asril Hamzah Tanjung, Ketua Umum Lidik Krimsus RI Ossie Gumanti, dan PBH Asril Centre ny. Ade Irmawati mengisi Sosialisasi mengenai Redesain USO

Jakarta, Larast Post  –  Komisi I DPR RI  dan Kemenkominfo menggelar  Sosialisasi  Pemanfaatan TIK oleh Masyarakat sebagai Media Edukasi dan Bisnis dalam Rangka  Redesain Uso, di Hotel Balairung, Jakarta, Minggu  (29/4).

Sebagai pembicara dalam kegiatan itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Mayjen TNI (P) H. Asril Hamzah Tanjung, S.IP, dan Dirjen Informasi Publik dan Komunikasi - Kemenkominfo Praktisi  E - Commerce.

Dalam sambutannya, Asril Hamzah Tanjung menyampaikan bahwa NKRI dikaruniai wilayah yang sangat baik dan luas, negara yang luar biasa dengan keberagaman suku dan budaya terbanyak di dunia.

Menurutnya, Ibu Pertiwi adalah negara besar namun rakyatnya boleh dikatakan masih rentan dibawah garis kemiskinan, "Problem sekarang ini adalah kemiskinan, narkoba, terorisme, korupsi, dan Cyber Crime yang merajalela di mana-mana yang secara terorganisir telah merusak masa depan anak bangsa. Maka dengan itu perlu antisipasi sedini mungkin untuk meminimalisir dampak negatif dari keterpurukan bangsa yang kita cintai ini, salah satunya dengan percepatan pembangunan negeri yang tidak dapat dipisahkan dari kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)," tuturnya. 

Lebih Lanjut, anggota Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga pernah menjabat Kepala Staf kostrad (Kaskostrad) ini menegaskan, jangan sampai bangsa Indonesia terpecah belah.

"Kita bersaudara, bersatu, kita sama-sama terlahir di NKRI, walaupun keberagaman dan perbedaan budaya dan keyakinan tetapi kita tetap saudara sebangsa dan setanah air, apalagi dengan hadirnya mayoritas muslim di negeri ini turut bermanfaat dalam merangkul minoritas. Semoga dengan sosialisasi USO ini dapat menyatukan bangsa ini sebagai sebuah kesatuan yang utuh,” tandas  Asril Hamzah.

Direktur Infrastruktur BP3TI, Dhia Anugrah Febriansyah menambahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah mitra kerja komisi I DPR RI, salah satunya adalah dalam
hal pembangunan Infrastruktur TIK.

"Komisi I kan bidang pertahanan, jadi kita merangkul Mayjen (P) H. Arsil Hamzah Tanjung yang mewakili komisi I DPR RI untuk membangun jejaringan internet, seperti di negara besar misalnya pasukan militernya menitik beratkan pertahan dengan menggunakan jejaringan internet," imbuhnya.

Dhia menjelaskan, dari seluruh pengguna internet di Indonesia masih didominasi laki laki. Sedangkan perempuan masih 48,57 % akan menyusul.
"Mayoritas pengguna online usianya (19 - 34 tahun), kemudian sisanya 4,24 % adalah orang tua. Adapun sekarang penetrasi terbesar pengguna internet Indonesia itu terletak di Jawa," jelasnya.

Ossie Gumanti dari LSM Lidik Krimsus RI, menyambut baik sosialisasi tersebut.  Dia mengemukakan pendapatnya, selain dapat memajukan di bidang pertahanan, internet juga membuat hidup terasa lebih mudah.

"Berbagai bisnis online telah berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan membantu para pelaku usaha untuk memamerkan produknya terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada berbagai jenis usaha. Maka dari itu percepatan pembangunan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) harus diprioritaskan oleh semua elemen, terutama pemerintah," ujarnya.

USO (Universal Service Obligation), lanjut Ossie, merupakan bagian dari kewajiban pemerintah memberikan pelayanan universal di bidang telekomunikasi dan informatika kepada publik. Kewajiban pelayanan tersebut dilakukan untuk mengurangi kesenjangan digital di daerah, khususnya daerah (3T) yang secara ekonomi sulit dilakukan oleh penyelenggara telekomunikasi komersial.

"Program Layanan USO selama ini diawali dengan layanan dasar (voice) hingga layanan data (internet) dengan kegiatan-kegiatan antara lain Desa Dering, Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan PLIK yang bersifat bergerak (MPLIK).

“Pelayanan USO yang telah berjalan selama ini dilakukan dengan menggunakan model sewa layanan atau pengadaan barang jasa lainnya dari penyedia USO,’ tutupnya.

Acara yang mencerdaskan anak bangsa ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti ormas dan LSM, di antaranya Asril Centre, Lidik Krimsus RI, Gerakan Laskar Pro 08 (GL PRO 08), Masyarakat Sumatera Bersatu (MSB), Gabungan Pelaku Ekonomi Lemah Indonesia (Gapelindo), Yayasan Dharma Putera Kostrad, Gebu Minang, Gapeksindo Jabar, Rumpun Melayu Nusantara, LPKSM Bhayangkara Utama, dan lain-lain. (David)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda