sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Kapuspen TNI : Laporkan Jika Prajurit TNI Tidak Netral

Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah
Jakarta, Larast Post – Jika ada Prajurit TNI yang tidak netral dalam Pilkada Serentak 2018, masyarakat dapat melaporkan ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Puspen TNI.

Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengatakan, apabila melihat ada Prajurit TNI yang tidak netral dalam Pilkada Serentak 2018 yang akan dilaksanakan di 171 daerah (17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten), maka masyarakat dapat melaporkannya ke PPID Puspen TNI. 

“Masyarakat dapat melaporkan prajurit tersebut ke PPID Puspen TNI melalui no telepon 021-84596939 atau melalui email : permintaaninfromasi@gmail.com. Mohon laporan dilengkapi dengan data dan keterangan yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan untuk menghindari fitnah,” kata Kapuspen TNI, pada Senin (25/6/2018), di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Lebih lanjut Kapuspen TNI mengatakan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, beberapa waktu yang lalu telah menegaskan agar para komandan satuan membekali setiap prajurit TNI dengan buku pedoman netralitas TNI dalam Pilkada dan bersinergi yang baik dengan Polri.

Saat kunjungan kerja di berbagai daerah, lanjut Kapuspen TNI, Panglima TNI memberikan arahan kepada Komandan satuan mengenai Netralitas TNI dan sinergitas TNI-Polri. Seluruh Prajurit agar memahami buku pedoman tersebut dan kepada prajurit yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

“Panglima TNI juga menegaskan kembali dalam Surat Telegram kepada seluruh Prajurit TNI bahwa dalam pelaksanaan Pilkada agar dapat mengoptimalkan fungsi intelijen di wilayah untuk memantau dan memetakan adanya kemungkinan konflik dan koordinasi melekat ke Polri dan instansi terkait dalam pilkada serentak dalam  rangka penugasan personel perbantuan TNI kepada Polri maupun Pemda,” ungkap M. Sabrar Fadhilah.

Kapuspen TNI menegaskan, bagi Prajurit TNI dan Polri bertugas untuk menjamin kelancaran, keamanan dan kesuksesan Pilkada Serentak 2018 maupun Tahapan Pemilu 2019. 

TNI, lanjut Kapuspen, melaksanakan tugas  perbantuan kepada Polri yang  meliputi Pertama, penebalan/bersama Polri pada setiap tahapan Pilkada meliputi pengamanan pendaftaran dan penetapan pasangan calon, pengamanan kampanye, pengamanan masa tenang, pengamanan pemungutan suara di TPS, pengamanan penetapan hasil pemungutan suara. Kedua,  bersama Polri pengamanan pejabat penyelenggara,  pengawas dan pasangan calon.

Ketiga, bersama polri pengamanan obyek prioritas pengamanan Pilkada meliputi kantor KPU,  Kantor Bawaslu/Panwas,  Kantor Parpol, Kantor PPK, Kantor PPS,  rumah  pasangan calon,  rumah Ketua KPU dan rumah  Ketua Bawaslu. Keempat, TNI bersama  Polri mendukung kegiatan cipta kondisi meliput patroli gabungan, sosialisasi kepada masyarakat utnuk menjaga situasi pilkada yang kondusif, mengkoordinir pengamanan  TPS dengan mengedepankan unsur Polri dan Pemda serta kelima, mendukung perkuatan Polri untuk antisipasi kontijensi akibat konflik horisontal meliputi mempertebal kekuatan cadangan polri dan pengamanan objek vital nasional. (sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda